Masa Tanam Tembakau Sudah Dimulai, Petani Bojonegoro Butuh Air

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Memasuki kemarau para petani di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai menanam bibit tembakau. Namun, petani tembakau juga berharap air mencukupi atau hujan turun karena awal tanam bibit tembakau membutuhkan air.

Hal tersebut disampaikan salah satu petani di Kecamatan Sumberejo. “Iya mas, sekarang di sini memasuki masa tanam tembakau, dan petani butuh air biar sehat,” kata Rondhi.

Ia mengatakan, pada musim awal tanam tembakau ini, juga memerlukan pasokan air terutama saat baru tanam. Sebab, harus disiram dua kali dalam sehari. “Setelah usia tembakau mencapai seminggu, cukup disiram satu kali dalam sehari,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid mengatakan, petani sudah mulai menanam bibit tembakau semenjak bulan lalu.

“Karena saat ini sudah masuk bulan tanam tembakau, sehingga setelah petani panen padi, lahan mereka langsung tanam tembakau,” katanya.

Menurutnya, cuaca panas di awal kemarau ini cukup mendukung untuk mulai tanam bibit tembakau. Akan tetapi para petani juga berharap ada hujan turun, untuk mengairi tanaman tembakaunya.

“Mereka berharap turun hujan tapi tidak sampai menggenangi tanaman tembakau, yang pasti cukup untuk pasokan air terutama saat baru tanam,” kata Imam.

Namun, DKPP Bojonegoro masih belum merekap luasan tanaman tembakau tahun ini. Sebab, para petani baru proses menanam bibit tembakau.

“Ada yang masih proses dan sudah tanam, misalnya di Kecamatan Sumberrejo dan Kedungadem,” katanya.

Dia mengatakan, pada 2023 lalu luas areal tanaman tembakau di Kabupaten Bojonegoro cukup luas sekitar 11.898 hektare yang mencakup 22 kecamatan. Terluas area tanaman tembakau di Kecamatan Kepohbaru 4.027 hektare dan di urutan ke dua Kecamatan Kedungadem seluas 1.740 hektare.

“Areal tersebut setiap tahun ditanami tembakau,” pungkasnya. (gin)