Marak Pungli, Massa Geruduk Kantor DPM-PTSP Tuntut Kepala Perizinan Bangkalan Mundur

Reporter : Suryadi Arfa - klikjatim.com

Massa dari Lembaga Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kabupaten Bangkalan saat berunjukrasa di depan Kantor DPM-PTSP Bangkalan, Rabu pagi.

KLIKJATIM.Com | Bangkalan – Puluhan pemuda melakukan aksi demo di depan kantor Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu atu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Bangkalan. Mereka menggelar aksi protes karena mensinyalir maraknya pungli di dinas perizinan yang seharusnya menjadi pintu masuk kemudahan berinvestasi di Kabupaten Bangkalan.

BACA JUGA :  Polres Gresik Siapkan 54 Check Point Hadapi PSBB

Menurut Korlap Aksi Abdurrahman Tohir, pungutan liar di DPM-PTSP Kabupaten Bangkalan sungguh masif dan sistemik, indikasi. Ini menjadi perhatian bersama, khususnya Lembaga Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kabupaten Bangkalan. 

Dikatakan, aparat penegak hukum polisi dan jaksa harus aktif melakukan kontrol terhadap dinas yang dicurigai banyak orang sebagai lumbung pungutan liar. Apalagi di yang memiliki slogan Kota Dzikir dan Salawat.

“Apabila hal ini dibiarkan begitu saja akan mencoreng nama baik Kabupaten Bangkalan. Investasi di Kabupaten Bangkalan menjadi tersendat karena indikasi dan bobroknya tata kelola pemerintahan di DPMPTSP Bangkalan,” ujarnya Rabu (7/4/2021).

Sebagaimana diketahui juga Bupati Bangkalan RKH. Abdul Latif Amin Imron sudah menyatakan akan menindak tegas kepada siapapun yang menghambat investasi. Tidak kurang dari satu tahun M. Ainul Ghufron dilantik menjadi kepala dinas, DPMPTSP Kabupaten Bangkalan.

Menurut pria yang berkulit sawo matang itu, kini dinas tersebut menjelma sebagai instansi yang keruh penuh noda. “Indikasi praktik suap dan premanisme tumbuh subur bak jamur di musim penghujan,” imbuhnya.

Abdurrahman Tohir juga menyampaikan pernyataan M. Ainul Ghufron “Lanjutkan saja demonya, nanti saya pakai demo tandingan. Preman-preman akan saya kerahkan di lapangan. Kita adu kuat”. “Begitu statement M. Ainul Ghufron yang disampaikan kepada khalayak umum,” ungkapnya.

Bahkan beberapa kali sekretariat BPI KPNPA RI didatangi preman bayaran yang mengaku suruhan kadis perizinan itu.

Kedatangan preman kali pertama ke Kantor BPI KPNPA RI Kabupaten Bangkalan pada Senin tanggal 29 Maret 2021 dan terus berlanjut sampai Sabtu malam, 03 April 2021. “Oleh karenanya, Bupati RKH. Latif Amin Imron sudah waktunya mencopot M. Ainul Ghufron sebagai kepala DPMPTSP Kabupaten Bangkalan. Dan dinas itu membutuhkan nahkoda yang visioner, energik dan bersih dari praktik-praktik tidak terpuji seperti pungutan liar, korupsi dan premanisme,” tutupnya.

Sementara itu Sekretaris DPM-PTSP Kabupaten Bangkalan, Erik mengatakan, bahwa kepala dinas sedang ada di luar. Sehingga tidak bisa menemui massa aksi pada saat ini.

“Bapak (Kepala Dinas) masih ada di luar, nanti kita sampaikan semua keluhan,” jawabnya singkat saat menemui massa aksi di depan kantornya. (bro)