Mantan Napi di Bojonegoro Dipetakan, Polres Antisipasi Kejahatan Jelang Lebaran

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Kapolres Bojonegoro AKPB M Budi Hendrawan saat memberikan penjelasan terhadap jajaran. (Nur Afifullah/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang biasanya kerap terjadi selama Ramadan hingga Lebaran, Polres Bojonegoro siaga penuh. Hal ini juga dikarenakan banyak mantan narapidana yang baru saja keluar melalui program asimilasi ditambah pandemi Covid-19.

Dalam suasana seperti ini pihak kepolisian mulai menekan potensi kejahatan terutama kasus 3C (Curanmor, Curas dan Curat) atau kejahatan jalanan.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, Polres Bojonegoro dan Polsek jajaran sudah memetakan titik rawan kejahatan. Polres sendiri sudah menyiagakan Tim Taktis dari Sat Sabhara, Tim Panther dan Resmob dari Sat Reskrim. Tim tersebut untuk mencegah gangguan ketertiban masyarakat terutama kejahatan jalanan. 

Dengan adanya Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI tentang pembebasan narapidana (napi) melalui asimilasi dan integrasi, Polres Bojonegoro mengambil langkah cepat dan tegas dalam pencegahan dan penanggulangan persebaran Covid-19.

“Dengan adanya kebijakan tersebut, khususnya Polres Bojonegoro telah melakukan beberapa langkah strategis guna mengantisipasi kejahatan dan kriminalitas di wilayah hukum Polres Bojonegoro,” ujar Budi Hendrawan, Jum’at (24/4/2020).

BACA JUGA :  Selama PPKM, Volume Kendaraan di Surabaya Turun 60 Persen

Menurutnya, siapa saja yang melakukan kejahatan di Bojonegoro harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tak perduli pelaku merupakan narapidana yang menjalani program asimilasi maupun bukan. 

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro mengungkapkan, wilayah Kabupaten Bojonegoro saat ini relatif aman dan terkendali. Kriminalitas di Kabupaten Bojonegoro menurun selama masa pandemi Corona. Meski begitu, pihaknya tak mau lengah, sehingga membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Patroli terus ditingkatkan.

“Polres Bojonegoro akan mengambil langkah pemetaan terhadap para napi yang mendapatkan asimilasi atau yang dibebaskan,” tandasnya.

BACA JUGA :  Kapolres Gresik Ajak Pentolan Serikat Buruh Halal bi Halal, Ini Tujuannya

Ditambahkan, Pemetaan wilayah rentan kejahatan yang berdasarkan data atau informasi riwayat kejahatan, waktu kejadian, dan modusnya. “Masyarakat agar lebih waspada, supaya tidak menjadi korban kejahatan. Apabila pulang malam, sebaiknya jangan sendirian dan upayakan melewati rute yang aman. Untuk sepeda motor agar diparkir di tempat yang aman dan dikunci setir, ditambah kunci ganda,” pungkasnya.  (bro)