Manfaat JKN-KIS Sungguh Terasa untuk Petani Asal Bawean Ini

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Peserta JKN-KIS asal Pulau Bawean, Ismawati. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Ismawati (29), seorang ibu rumah tangga asal Dusun Nanggher, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak Pulau Bawean Kabupaten Gresik mengaku mendapatkan manfaat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Pasalnya dengan bantuan pelayanan kesehatan yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tersebut, bisa meringankan beban masyarakat seperti dirinya saat ada anggota keluarga sedang sakit dan membutuhkan perawatan serius di Rumah Sakit.

BACA JUGA :  Hasil Swab MA Negatif Covid, Bapaslon Machfud-Mujiaman Lanjut Tes Kesehatan

“Beberapa bulan lalu suami saya harus dirawat karena harus menjalani operasi. Saat itu, karena sakitnya tidak bisa ditahan jadi langsung saya bawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Alhamdulillah kami dilayani dengan baik. Semua biayanya gratis,” kata Iis, panggilan akrabnya, Jumat (16/10/2020).

Dijelaskan bahwa sang suami yang kesehariannya sebagai petani ini menderita gangguan pada saluran kencing maupun saluran buang air besar (BAB). Sebelum dirujuk ke Rumah Sakit di Gresik pada awal bulan Juni, suami Iis mendapatkan penanganan di salah satu puskesmas di daerah Bawean.

“Awalnya saya bawa suami saya ke puskesmas, diberi obat. Namun beberapa hari setelah berobat, suami saya kembali merasakan sakit sehingga akhirnya saya dirujuk ke salah satu rumah sakit milik pemerintah di Gresik,” terangnya.

Lima bulan menjalani pengobatan di rumah sakit, suami peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) ini kini kondisinya sudah jauh membaik. Penanganan tim medis terhadap Suami Iis selama menjalani perawatan semuanya diterima dengan baik. 

“Terhitung selama lima bulan suami saya menjalani perawatan di Rumah Sakit dan semua biayanya ditanggung BPJS Kesehatan. Walaupun tidak bayar, tapi pelayanan juga sama saja tidak dibedakan dengan yang bayar. Saya juga tidak tahu, jika tidak terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, mungkin akan bingung cari pinjaman uang untuk biaya operasi suami saya,” paparnya.

Tidak cukup itu saja. Lanjut Iis, suaminya yang juga harus melakukan kontrol pasca operasi setiap seminggu sekali biayanya juga berasal dari program JKN-KIS. Dirinya sangat tergantung dan terbantu dengan adanya program ini. 

“Bukan cuma operasi, saat kontrol yang harus seminggu sekali itu juga saya tidak mengeluarkan biaya apa-apa. Benar-benar terbantu dengan program ini untuk menyelematkan jiwa keluarga saya,” ujarnya.

Iis lantas mengucapkan terimakasih kepada BPJS Kesehatan serta Pemerintah yang telah memberikan bantuan fasilitas dan pelayanan kesehatan kepada dirinya dan keluarganya khususnya untuk pengobatan suaminya.

“Kesehatan itu sudah menjadi hal yang berharga bagi siapa saja, dan untuk perlindungannya salah satu jawabannya adalah dengan menjadi peserta JKN-KIS. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menyelamatkan nyawa suami saya,” pungkasnya sambil tersenyum. (adv/nul)