Maling Uang di Sidayu Saat Jam Tarawih Ternyata Tetangga Korban, Ini Sosoknya

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Pelaku pencurian di Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu diamankan di Kantor Polisi. Pelaku ternyata tetangga korban (Dok/Polres Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dalam waktu singkat, polisi berhasil menangkap maling yang membobol rumah warga di Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Dari keterangan yang disampaikan aparat, pelakunya adalah Mochammad Falich (32 th) warga Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik yang tak lain adalah tetangga korban.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Sidayu AKP Khairul Alam mengatakan, aksi pencurian bermula pada hari Kamis tanggal 23 Maret 2023 sekira pukul 19.30 WIB atau saat jam salat tarawih, di Desa Purwodadi Kecamatan Sidayu.

Pelaku membobol rumah Ismail (58 th) warga Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik.

Terjadi tindak pidana pencurian barang berupa satu Unit HP dan uang tunai sebesar Rp37.050.000, yang disimpan di dalam kaleng roti dan dimasukkan kedalam almari baju.

Baca juga: Rumahnya Kemalingan Saat Tarawih di Masjid, Uang Rp30 Juta Milik Warga Sidayu Gresik Raib

Pelaku diperkirakan masuk ke dalam rumah dengan cara merusak pintu belakang rumah yang waktu itu dalam keadaan dikunci dan rumah dalam keadaan kosong ditinggal penghuni atau pemiliknya melakukan ibadah Sholat Tarawih di Masjid.

Dengan adanya kejadian tersebut korban mengalami kerugian, selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sidayu untuk dilakukan Lidik dan Sidik lebih lanjut.

“Berdasarkan Laporan Polisi tersebut selanjutnya Unit Reskrim Polsek Sidayu melakukan penyelidikan serta Pulbaket dari saksi – saksi dan dari hasil Penyelidikan didapati bahwa terduga pelaku mengarah kepada seseorang bernama Mochammad Falich yang tidak lain merupakan tetangga rumah korban,” ungkapnya.

Selanjutnya Unit Reskrim Polsek Sidayu langsung mengamankan terduga pelaku dan setelah diamankan dan diinterogasi, pelaku Mochammad Falich mengakui perbuatannya dan mengaku melakukan pencurian tersebut. Bersama dengan pelaku diamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp28.050.000, dan satu buah smartphone.

Diketahui uang korban sudah digunakan pelaku sebesar Rp9 juta. 

“Dari keterangan pelaku, uang Rp9 juta itu dipakai untuk membayar biaya pengambilan jenazah kakak ipar di RS Lamongan,” imbuh Khairul.

Mochammad Falich dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (yud)