Main Keroyok, 5 Pemuda Tulungagung Dikerangkeng Polisi

Reporter : Agus Riyanto - klikjatim.com

Ilustrasi pengeroyokan

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Sebanyak 5 orang remaja asal Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung dijebloskan ke sel penjara oleh anggota Unit Reskrim Polsek Karangrejo. Itu dilakukan setelah kelimanya melakukan aksi pengeroyokan terhadap dua orang pemuda asal Dusun Genengan, Desa Punjul, Kecamatan Karangrejo.

BACA JUGA :  Puting Beliung Ratakan Rumah Warga di Sampang

Para pelaku masing-masing Basit bin Badelan (19), Agus Nur bin Mahmud (21), Rohman bin Asrori (24), M. Solekan bin Wiji (22) dan Agus S bin Parlan (22). Selain para pelaku polisi juga menyita barang bukti berupa dua buah batang kayu yang digunakan memukuli korban. “Baik tersangka maupun barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolsek Karangrejo,” kata Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia melalui Kapolsek Karangrejo, AKP Sugeng.

Kapolsek menjelaskan, pengeroyokan itu terjadi di Jalan Raya Desa Punjul, Kecamatan Karangrejo pada Jumat (31/7) dini hari. Para pelaku mengeroyok M. Isa Afan Muhtadi (20) dan Sulis Subagio (23), kedunya warga Dusun Genengan, Desa Punjul.

Diceritakan, awalnya Kamis (30 /7/2020) pukul 23.30 WIB korban berempat pergi ke rumah Rohman, temannya, di Desa Punjul. Namun Rohman tidak ada sehingga korban berhenti di tepi jalan menunggu Rohman sambil ngobrol-ngobrol. Pada pukul 01.00 WIB Jumat dini hari, korban dan teman-temannya ditemui Basit dan kawan-kawannya yang juga warga Desa Punjul.

“Di situlah terjadi percekcokan. Tiba-tiba kepala korban dipukul oleh Basit sebanyak empat kali. Korban dan teman-temannya kemudian lari ke kantor Desa Punjul,” terang dia.

BACA JUGA :  Buka Peti Mayat, 15 Warga Waru Sidoarjo Terpapar Covid, Puluhan Lainnya PDP

DItambahkan, selang beberapa saat, tanpa sepengetahuan temannya yang lain, Sulis Subagio kembali ke tempat kejadian perkara (TKP) bermaksud mengambil sandalnya yang tertinggal. Sementara di kantor Desa Punjul, teman korban, Feri Dika Guntoro curiga karena Sulis tidak ada. Dia kemudian mencarinya. Sesampainya di tempat kejadian, Feri sudah mendapati Sulis babak belur dengan kepala berlumuran darah.

“Dari sana korban dilarikan ke Puskesmas Karangrejo. Namun karena lukanya parah, akhirnya dirujuk ke RSUD dr Iskak,” jelas Sugeng.

Polisi yang menerima laporan itu segera melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Tidak butuh waktu lama, semua pelaku pengeroyokan akhirnya berhasil ditangkap tanpa perlawanan. (hen)