Madiun Mencekam, 2 SSK Brimob Turun Pasca Saling Rusak Tugu PSHW dan PSHT

Reporter : Nur Affandi - klikjatim.com

Tugu PSHT yang menjadi sasaran pengrusakan. IST

KLIKJATIM.Com I Madiun – Kota Madiun masih mencekam pasca terjadinya pengerusakan tugu dua perguruan silat. Polda Jatim mengerahkan 200 Brimob untuk mengantisipasi bentrok susulan. “Ada 2 SSK pasukan diturunkan untuk antisipasi bentrok susulan ,” ujar Komandan Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jatim, Kompol Agus Waluyo , Sabtu (19/9/2020) malam.

Agus mengatakan, Forkopimda Kota Madiun telah menggelar rapat tertutup dengan menghadirkan 14 ketua perguruan silat yang ada di Kota Madiun. Hasilnya semua sepakat untuk menjaga Kota Madiun tetap kondusif. “Ketua perguruan pesilat sudah dikumpulkan semua. Terutama PSHW dan PSHT kesepakatan gaja kondusif,” paparnya.

Selanjutnya a ada kesepakatan bahwa permasalahan diserahkan secara hukum. Anggota pesilat yang terlibat akan ditindak sesuai hukum. “Kami back up saja. Semua yang ditangani Polresta Madiun,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi perusakan tugu pesilat terjadi di tiga titik di Kota Madiun. Yakni di Kelurahan Tawangrejo, Jalan Trunojoyo dan Jalan Rawa Bhakti . Perusakan pertama di Tawangrejo pada Jumat (18/9) dini hari.

Dalam insiden ini, selain terjadi kerusakan pada tugu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW), ada satu warga yang terluka, yakni Rizky (30). Ia mengalami luka di wajah terkena lemparan batu.

Insiden ini memicu pembalasan,  di Jalan Rawa Bhakti dan Jalan Trunojoyo, Sabtu (19/9) dini hari, tugu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang dirusak dengan dilempar cat.(rtn)