Mabuk, Dua Pemuda Lamongan Ini Pecahi Meja dan Kursi Kafe

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Suasana  kericuhan yang terjadi di Kafe Aola Paciran Lamongan

KLIKJATIM.Com | Gresik — Viral sebuah video tawuran dalam salah satu Kafe di Lamongan. Usut punya usut ternyata Kafe itu berlokasi di Desa Kandangsemangkon Kecamatan Paciran Lamongan. Kejadian yang menjadi viral di media sosial tersebut menimpa Kafe Aola Sabtu malam, (12/06/2021).

BACA JUGA :  SIG Teken MoU dengan Semen Baturaja Untuk Dirikan Cement Research Institute

Usai kejadian itu, dikabarkan polisi berhasil menciduk dua pemuda yang diduga terlibat membuat onar.

Kedua Pelaku masing-masing bernama M. Zainul Ulwan dan Nurrudin merupakan warga asal Desa Lohgung Kecamatan Brondong Lamongan. 

Pemilik Kafe Aola Pradita Aditya menceritakan, kedua pemuda tersebut juga sempat cekcok dengan pihak manajemen hingga melakukan pengerusakan pada sejumlah barang dan properti yang terdapat di Kafe Aola.

“Mestinya ada beberapa orang, tapi kita ambil 2 orang yang melakukan pengerusakan secara berlebihan. Kerusakan kita lumayan cukup parah, dalam arti kursi-kursi, gelas, dan barang lainnya banyak yang pecah dan rusak semua,” cerita Pradita Aditya, pemilik Kafe Aola, Minggu (13/06/2021).

Peristiwa bermula saat pelaku dengan beberapa temannya dari Desa Lohgung datang untuk nongkrong di kafe. Beberapa saat di Kafe, kedua pelaku memaksa untuk menyanyi hingga mengganggu para pengunjung lainnya.

“Mereka under kontrol, karena miras jenis tuak yang dibawanya sendiri. Kebetulan juga ada live musik di Kafe, lalu segerombolan pemuda itu ingin menyumbangkan lagu Dangdut, tapi karena musisi alirannya Jazz, jadi nggak bisa, akhirnya mereka maksa nyanyi dengan gitar sendiri. Suaranya sangat mengganggu, ngawur dengan kondisi mabuk,” lanjut Adit.

Sadar kondisi Kafe tidak kondusif, Adit dan manajemen lalu menegur para pemuda tersebut untuk tidak melanjutkan bernyanyi.

“Namun mereka malah enggak terima dan ngamuk, serta melakukan pengerusakan terhadap kafe dan menyerang penjaga hingga alami luka-luka,” imbuhnya.

Dari beberapa kesaksian, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 Wib, lalu pihak manajemen melaporkannya ke Polsek Paciran pada pukul 21.30 Wib. “Pukul 10 malam mereka sudah diamankan di Mapolsek Paciran,” tandasnya. (rtn)