Lumbung Pangan Perluas Penjualan Hingga 33 Kota Kabupaten di Jatim

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Kegiatan transaksi di lumbung pangan Jatim.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Lumbung Pangan Jawa Timur terus mengembangkan jaringan penjualan bahan pokok di 33 kota dan kabupaten seluruh Jawa Timur. Sebelumnya, program pemerintah provinsi Jawa Timur ini hanya mencakup 28 daerah. Mulai hari ini Kamis (30/7/2020), layanan tersebut diperluas hingga 33 daerah di Jawa Timur.

BACA JUGA :  Produksi Beras Hingga Akhir Tahun Diperkirakan Masih Surplus

Perluasan wilayah merupakan bukti komitmen Lumbung Pangan Jatim meratakan layanan pada masyarakat. Awalnya, layanan ini hanya dinikmati masyarakat Surabaya. Lalu meluas ke Sidoarjo dan Gresik. Kemudian berlanjut wilayah Pasuruan, Bangkalan, Madiun, Bojonegoro dan sekitarnya.

Sebelumnya, total daerah yang dijangkau mencapai 28. Masih ada 10 daerah yang belum dijamah. Mulai hari ini, ada lima tambahan daerah yang dilayani. Dengan begitu, tinggal 5 daerah yang belum terlayani. Lima daerah baru itu meliputi Banyuwangi, Situbondo, Sumenep, Sampang, dan Pamekasan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap lima daerah baru itu memanfaatkan program tersebut. ‘’Belanja bahan pokok dengan harga terjangkau dan bebas ongkos kirim,’’ katanya.

Dikatakan, perluasan daerah sengaja dilakukan utama di daerah yang pasarnya menjadi sampling survei BPS. Di daerah tersebut diupayakan ada penyediaan sembako harus lebih murah di Lumbung Pangan untuk bisa menjaga stabilitas harga di lokasi tersebut.

Ditargetkan Gubernur Khofifah pada tanggal 6 Agustus 2020 mendatang, seluruh 38 kabupaten kota di Jatim sudah terlayani semua layanan Lumbung Pangan Jatim. Berdasarkan data, antusiasme warga Jatim mengakses layanan sembako murah free ongkir ini cukup besar. Bahkan yang beli online jauh lebih banyak dibandingkan yang belanja offline.

BACA JUGA :  Inspiratif, Nenek 105 Tahun Pasien RS PHC Sembuh dari Covid

Transaksi online free ongkir mencapai 361 transaksi. Rata-rata transaksi belanja online selalu berkisar antara 300 hingga 360 pembelian dalam sehari. Sedangkan yang offline antara 150 hingga 200 pembelian dalam sehari. Omset dalam kurun waktu 21 Juli 2020 hingga 29 Juli 2020 Lumbung Pangan Jatim mencapai Rp 632 juta. Komoditas yang paling diminati adalah gula dengan rata-rata gula yang terjual 2 ton dalam sehari. Kemudian juga beras dengan rata-rata terjual 1 ton dalam sehari.

Program Lumbung Pangan Jawa Timur dimulai sejak 21 April lalu. Menurut rencana, program yang menyabet juara lomba inovasi Kementerian Dalam Negeri itu berakhir 21 Juli lalu. Namun, pemerintah provinsi memperpanjang masa program higga akhir Desember. Pertimbangannya, Lumbung Pangan dianggap mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok di Jawa Timur. Utamanya, di masa pandemi, program tersebut sangat dibutuhkan. ‘

“Kami siap melaksanakan apa yang ditetapkan pemerintah,’’ kata pengelola Lumbung Pangan Jawa Timur Erlangga Satriagung.

Sejak dioperasionalkan 21 April 2020 hingga 29 Juli 2020 lalu, Lumbung Pangan Jatim telah menyerap 265,53 ton beras dari petani dengan nilai Rp 2,77 miliar. Penyediaan beras di Lumbung Pangan Jatim dari petani terus dilakukan hingga sekarang. (hen)