Lima Pemabuk Keroyok Rekannya Hingga Tewas di Semampir, Surabaya

Reporter : Arifin - klikjatim.com

Ilustrasi pengeroyokan

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Kasus tawuran antar pemabuk terjadi di Jl Medokan Semampir Blok A Surabaya, Sabtu (1/8/202020). Dalam kejadian ini, Ariski Dwi Yulianto (26), salahsatu pemabuk menjadi korban pengeroyokan dan meninggal dunia di tempat kejadian. Polsek Sukolilo yang mengusut kasus ini berhasil menangkap dua dari lima pelaku.

BACA JUGA :  38 Pasien Covid Tulungagung dari 4 Klaster Sembuh

Dari informasi yang dihimpun, pengeroyokan ini terjadi pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Awalnya, kelima pelaku bersama korban menggelar pesta miras di salahsatu rumah di Jl Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo Surabaya. Dalam kondisi mabuk, tiba-tiba terjadi pertengkaran mulut antara pelaku dengan korban.

Tidak ada yang tahu persis apa yang memicu pertengkaran mulut itu. Namun, diduga pertengkaran itu terjadi karena pengaruh minuman keras yang ditenggak para pelaku. Kapolsek Sukolilo AKP Subiantana menjelaskan, kasus pengeroyokan ini berawal dari cekcok mulut antara pelaku dan korban.

“Betul ini kasus pengeroyokan, lokasi kejadian di Jl Medokan semampir Blok A, dini hari tadi. Kondisi kedua belah pihak memang mabuk dan ada ketersinggungan, ada pengeroyokan menyebabkan meninggal dunia,” kata AKP Subiantana.

BACA JUGA :  Tak Bisa Tarik Dana Rp 45 M, Nasabah Bukopin Sidoarjo Meradang

DIjelaskanm, usai cekcok, pelaku kemudirian mengeroyok korban beramai-ramai. Usai kejadian korban ditinggalkan begitu saja tergeletak di depan rumah yang dijadikan pesta miras. Sementara para pelaku 5 orang melarikan diri. “Kami membawa korban ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,” kata Kapolsek Sukolilo.

Polisi kemudian mengerahkan anggota Unit Reserse Kriminal dan berhasil mengamankan dua orang. Sekarang ini kepolisian melakukan pengembangan penyelidikan lebih lanjut terkait pelaku lainnya. “Sebagai antisipasi ke depan kami melaksanakan patroli dan pendekatan persuasif pada tokoh masyarakat termasuk pada pembentukan Kampung Tangguh. Proses hukumnya akan ditegakkan sesaui hukum yang ada,” katanya. (hen)