Lepas Dari Pengawasan, Balita 1 Tahun Hanyut di Sungai

Reporter : Iman - klikjatim.com

Polisi memantau aliran sungai lokasi bayi yang hanyut

KLIKJATIM.com | Tulungagung – Duka masih menyelimuti keluarga balita berinisial TN (1) warga Tulungagung, setelah pada Senin (07/06) siang kemarin ditemukan hanyut terbawa arus sungai yang ada di desa Bendungan kecamatan Gondang Tulungagung.

BACA JUGA :  Lagi, Muda-Mudi Terciduk Satpol PP Sedang "Ena-Ena" di Alun-alun Bojonegoro

Kasubbag Humas Polres Tulungagung, Iptu Trisakti Saiful Hidayat mengatakan, pihaknya yang menerima informasi ini langsung melakukan olah TKP dengan mendatangi lokasi temuan balita tersebut.

“Kita dapat informasi dan langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi,”ujarnya.

Selain olah TKP, pihaknya juga menggandeng petugas medis untuk melakukan visum pada jenazah balita tersebut, hasilnya tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan di tubuh Balita malang itu.

“Hasil visum yang kita lakukan, tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan di tubuh Balita ini,dan ini murni kecelakaan,” jelasnya.

Trisakti mengungkapkan, penemuan Balita yang terseret arus sungai ini bermula dari salah satu saksi yang sedang berada di pinggir sungai, mengetahui Balita yang sedang hanyut terbawa arus, kemudian saksi memberitahukan kepada warga sekitar lalu berusaha mengangkat balita tersebut dari sungai.

Saat diangkat dari sungai, kondisi Balita ini sudah tidak bergerak namun untuk memastikannya, Balita ini dibawa ke Puskesmas. Tenaga medis dari Puskesmas memastikan Balita tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia. “Dibawa ke Puskesmas dan dipastikan, memang sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Masih menurut Trisakti, pasca penemuan tersebut pihak desa dan kepolisian berupaya mencari keluarga Balita malang itu, hasilnya didapati bahwa selama ini Balita tersebut tinggal bersama keluarganya yang menetap di sekitar aliran sungai.

“Jadi keluarga Balita ini memang tinggal berdekatan dengan sungai, bahkan jarak rumahnya dengan sungai itu hanya 5 meter,jadi belakang rumahnya sudah sungai,” ungkapnya.

Kepada Polisi, keluarga Balita tersebut mengaku tidak tau jika korban bermain di luar rumah, sedangkan ibunya sedang berada di dalam rumah. “Keluarga sudah menerima ini sebagai musibah, dan tidak menghendaki dilakukan otopsi,” pungkasnya.

Trisakti berharap, kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga agar masyarakat bisa memperhatikan buah hatinya saat bermain di lokasi yang berbahaya. (rtn)