Langgar PPKM Divonis Denda Rp 100 Ribu, Pelanggan Warung Isor Nongko Patungan Bayar

Reporter : Ali Ibrahim - klikjatim.com

Warung Isor Nongko yang menjadi jujukan makan termasuk wartawan dan pejabat di Kota Malang.

KLIKJATIM.Com | Malang – Putusan denda Rp 100 ribu yang dijatuhkan kepada Heri Purnomo, pemilik warung kopi Isor Nongko Malang memantik simpati para pelangganya. Tidak tega warkop kecil didenda Rp 100 ribu, lima pembeli warkop urunan membayarkan denda ke Satgas Protokol Kesehatan PPKM Darurat Kota Malang.

BACA JUGA :  GoMart Kini Perbanyak Merchant dan Asisten Belanja Berpengalaman dengan Emak Jago

 

Hari Purnomo merupakan satu dari 26 pedagang yang menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) secara virtual. Sidang tipiring virtual dengan Pengadilan Negeri Kota Malang itu tergelar di Lantai 4 Mini Block Office Kota Malang. Hari terjaring razia karena melayani pembeli makan di tempat.

Menurut pemilik warung makan kaki lima bernama Warung Isor Nongko di Jalan Gajahmada, Kota Malang, dia memang melanggar PPK Darurat.  Saat terjaring razia dia sedang melayani pelanggannya makan di tempat. ”Tapi waktu itu kita memang ada pelanggan ada lebih dari 5 orang dan berkerumun. Tapi gak papa, saya legowo karena memang melanggar aturan berlaku,” terangnya.

Selanjutnya, Hari akan mulai berjualan kembali, namun dia akan lebih tata peraturan yang berlaku dan hanya akan melayani sistem take away. ”Nanti akan kita (Hari) imbau ke pelanggan untuk tidak berkerumunan dan nongkrong,” ucapnya.

Para pelanggan Warung Isor Nongko merasa bersalah. Karena, membuat Hari harus mengikuti sidang tindak pidana ringan.

Sehingga, sejumlah pelanggan mengumpulkan uang untuk membantu membayar denda. Karena, pada masa pandemi ini, uang Rp 100 ribu pun sangat berharga bagi pedagang seperti Hari.

Sekretaris Satpol PP Kota Malang, Tri Oky membenarkan. Mayoritas para pelaku usaha melanggar aturan jam tutup usaha pukul 20.00 WIB dan masih menerima dine in.

Dari 26  pelaku usaha yang terjaring operasi yustisi itu tidak hanya pedagang kaki lima, namun ada  juga pedagang warung hingga pemilik pasar swalayan. ”Rata-rata semua melanggar aturan jam malam dan masih bandel menyediakan layanan dine-in atau makan di tempat. Rata-rata denda yang hakim putuskan paling besar Rp100 ribu,” jelas dia. (ris)