Lamongan Terus Gencar Rapid Tes Massal di Pasar dan TPI

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Salah satu warga menjalani rapid tes di Lamongan. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Lamongan–Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kabupaten Lamongan gencar melakukan rapid tes. Sejumlah fasilitas umum seperti pasar dan tempet pelelangan ikan (TPI) disasar untuk memutus rantai penularan virus corona atau covid-19.

GTPPC Lamongan menargetkan, hingga akhir bulan ini 10.000 warga Lamongan telah dirapid tes. Sampai saat ini di Lamongan sudah 5.229 warganya telah dilakukan rapid tes.

BACA JUGA :  Hadiri Tasyakuran Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Habib Luthfi Sampaikan Keprihatinan

Tes rapid massal sebanyak-banyaknya ini sengaja dilakukan untuk bisa segera menemukan yang positif, untuk kemudian diisolasi agar tidak menularkan dan ditangani secara medis agar tidak terlambat.

Beberapa tempat keramaian sudah disasar untuk dilakukan tes rapid massal. Seperti pasar, tempat pelelangan ikan dan perusahaan padat karya.

Ketua GGTPPC Lamongan Fadeli bersama Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, meninjau tes rapid massal di Pasar Sidoharjo Kecamatan Lamongan, Kamis (14/5/2020) pagi.

Fadeli mengungkapkan kesadaran masyarakat Lamongan untuk memakai masker ketika di luar rumah cukup tinggi. “Saya lihat kesadaran masyarakat Lamongan untuk memakai masker cukup tinggi. Tadi saya lihat (di pasar) hanya satu dua yang tidak memakai,” ujarnya. 

Kepada yang tidak memakai, oleh Fadeli bersama Kapolres dan Dandim diberikan masker kain secara gratis. Selain itu, Fadeli mengungkapkan jika penjual dan pembeli di pasar sudah dapat diatur dengan baik, sehingga tidak bergerombol. 

Terpisah, juru bicara GTPPC Lamongan Taufik Hidayat menyampaikan sudah ada standar operasional ketat terkait pelaksanaan rapid tes massal tersebut. Jika ada kasus reaktif, akan ditangani secara cepat. 

“Bagi yang reaktif, akan diambil spesimennya melalui swab. Selama masa menunggu hasil laboratorium swab, diwajibkan untuk isolasi mandiri,” katanya

BACA JUGA :  Ujian Akhir, Siswa SMAN Baureno Membuat Sejumlah Robot

GTPPC kemudian melakukan tracing kepada kontak erat, seperti keluarganya dengan dilakukan tes menggunakan afias 6. 

“Selama masa isolasi mandiri di rumah, tetap dilakukan pengawasan secara ketat oleh tim kesehatan. Sehingga penularan dapat ditekan,” ujar Taufiq.

Sementara di fasilitas umum yang ditemukan kasus reaktif, akan dilakukan penyemprotan disinfektan secara terus menerus selama tujuh hari dan memperketat perlakuan protokol kesehatan. (mkr)