Lama Tak Dipakai, Saat Hendak PTM Ternyata Seragam Pelajar di Ponorogo Ini Sudah Kekecilan

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Terhitung selama sekitar 1,5 tahun anak-anak sekolah mengikuti pelajaran dari rumah atau sistem daring. Dan akhir-akhir ini kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sudah diterapkan menyusul setelah perkembangan kasus Covid-19 mulai bisa dikendalikan. Termasuk salah satunya di Kabupaten Ponorogo, yang kini masuk dalam daerah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

BACA JUGA :  Ada Pungli,  Kepsek SMA Satu Pandaan Dapat Teguran Keras

Meski dibatasi hanya 50 persen untuk kapasitas peserta didik yang boleh mengikuti PTM, tapi antusias siswa-siswi di bumi reog cukup antusias. Mereka mengaku senang karena sudah kangen lingkungan sekolah.

Eits, tapi ada kejadian menarik seperti yang dialami oleh Talitha Anggraini Putri Nurcahyo (9) tahun. Ketika buku sudah dirapikan di dalam tas dan perut sudah diisi sarapan, ternyata seragamnya kekecilan setelah lama disimpan di dalam lemari.

Tampak seragam merah putih miliknya terlihat tidak muat lagi. Bagian lengan dan roknya sudah kekecilan. “Iya kependekan, jadinya kurang nyaman kalau sekolah,” tutur Litha, sapaan akrab Talitha warga Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, Senin (13/9/2021). 

Dia mengaku baru menyadarinya saat mau berangkat ke sekolah. Karena selama belajar secara daring kerap mengenakan pakaian muslimah, yang dinilai paling nyaman untuk dipakai di rumah.

“Ini lengan sama rok kependekan sama sepatu kekecilan,” imbuh Litha. 

Senada juga dialami siswa lain. Hal itu diungkapkan oleh orang tua siswa kelas 4 MI, Zainul Rahman (33) tahun. Zainul pun terpaksa membeli seragam baru lagi untuk anaknya. “Karena sudah kekecilan semua, empat stel seragam beli baru lagi. Padahal seragam lama masih bagus banget, belum pernah kepakai,” terangnya.

Zainul berharap ada keringanan dari pihak sekolah. Baik uang SPP maupun uang pembelian seragam. Sebab seragam jarang sekali dipakai.

“Apalagi di masa pandemi, semua serba susah. Ekonomi susah, cari uang susah, tolonglah ada keringananan. Pemkab Ponorogo tolong ada perhatian ke dunia pendidikan, biaya sekolah diberi keringanan,” pungkas Zainul. (nul)