Kurang Detail, Dewan Kembalikan Ranwal RPJMD Bupati Gresik ke Eksekutif

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Rapat Kerja DPRD Gresik bersama Bappeda membahas Rabwal RPJMD Gresik 2021-2026.

KLIKJATIM.Com | Gresik — Rancangan awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 banyak revisi. Pasalnya rancangan pembangunan lima tahun ke depan dalam 281 halaman itu dinilai kurang rinci dalam penyajiannya. Apalagi target APBD sampai 2026 nanti hanya Rp 3,8 triliun.

BACA JUGA :  Ketika Khofifah Jadi Mak Comblang, Begini Visi Misi Netizen Biar Diangkat Lindra Jadi Ketua PKK Tuban

Kepala Bappeda Pemkab Gresik Hermanto T Sianturi menyebut Ranwal RPJMD telah dibahas bersama dewan dan banyak revisi. Menurut Hermanto, isi dalam rencana pembangunan ke depan kurang adanya terobosan atau memanfaatkan yang sudah berjalan sebagaimana dikritik Dewan.

Misalnya, dalam Ranwal RPJMD itu masing-masing OPD tidaklah memiliki target tahunan atau lima tahunan. Dalam lima tahun ke depan akan proyeksi penurunan angka kemiskinan, pengangguran berapa persen. Target pertumbuhan ekonomi berapa persen, tidak muncul dalam Ranwal RPJMD tersebut.

“Memang program yang ada di dalamnya hanya estimasi seperti biasanya. Atau gampangnya, program yang sudah berjalan dilanjutkan, belum ada terobosan atau main aman,” Kata Hermanto kepada Klikjatim.com pada 30 April lalu.

Selain itu, Hermanto pun mengakui apabila dalam Ranwal RPJMD itu konsep program masing-masing OPD juga belum gamblang. Yang ada hanya secara garis besar. Penyebabnya, data yang digunakan belum realistis karena memakai data 2019.

“Tema RPJMD itu Percepatan Pemulihan Ekonomi. Tema itu kalau dijabarkan kurang detail. Kurang ada program-programnya. Dari situ, dewan usul tema Menekan Laju Kemiskinan dan Pengangguran. tema dewan itu lebih realistis karena langsung mengusung konsep isu strategis,” terangnya.

Kemudian, soal target APBD lima tahun ke depan, Hermanto pun mengakui apabila terlalu kecil. Selama lima tahun kenaikannya hanya Rp 600 miliar. Jika di bandingkan 10 tahun belakangan, APBD Gresik sudah naik sebesar Rp 2 triliun.

Di tahun 2009, APBD Gresik sebesar Rp 1,068 triliun. Kemudian tahun 2010 sebesar Rp 1,129 triliun. Selama lima tahun hingga 2015 naik menjadi Rp 2,8 triliun.

Kemudian lima tahun berikutnya yakni 2016 APBD Gresik sebesar Rp 2,8 triliun. Di tahun 2021 sebesar Rp 3,2 triliun.

Melihat Ranwal RPJMD lima tahun ke depan dengan target APBD yang begitu kecil dikhawatirkan akan menurunkan kinerja birokrasi. Selain itu, tidak ada upaya untuk mengejar target yang besar.

“APBD bergantung pada pendapatan, dengan APBD yang kecil otomatis pendapatan dari tahun ke tahun kenaikannya juga kecil. Pdahal dari tahun ke tahun Gresik semakin bergeliat untuk berbagai sektor pendapatan asli daerah (PAD),” tutup Hermanto.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim menyebut, pihak Dewan meminta Pemkab merevisi ranwal RPJMD tersebut. Pasalnya dalam banyak hal masih terdapat kekurangan dan kurang detail.

“Salah satu contoh di bab tiga tentang gambaran umum keuangan daerah mengingat APBD tahun 2020 telah tutup buku dan sedang dalam proses dipertanggungjawabkan maka, disarankan agar data realisasi APBD termasuk perkembangan neraca daerah existing tahun 2020, dengan demikian dari sisi keuangan dapat disajikan informasi yang lebih akurat dan update sebagai dasar perubahan kebijakan keuangan pada tahun RPJMD 2021-2026,” tutur Nurhamim.

Lebih lanjut, dalam bab, Nurhamim melanjutkan, tidak menyajikan analisis terhadap pengelolaan keuangan daerah masa lalu terutama pada kinerja keuangan masa lalu, kebijakan pengelolaan keuangan masa lalu, serta kerangka pendanaan.

Pada bagian ini hanya berisi tabel realisasi APBD 2016 s/d 2019, dan proyeksi APBD 2020 (bukan realisasi APBD 2020 berdasar LKPJ 2020, tanpa analisis dan hanya diperjelas dengan deskripsi yang bersifat normatif sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

“Lalu Perkembangan neraca daerah dan rasio keuangan yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengena asset, kewajiban dan ekuitas dana beserta analisisnya (raso lancar, Rasio cepat, Rasio hutang dan asset dan modal, juga belum disajikan dalam bab ini,” tandas Ketua DPD Golkar Gresik tersebut.

Perlu diketahui, sebagai perbandingan, tahun 2021 ini kekuatan APBD Gresik berada di angka Rp 3,2 triliun. Namun setelah finalisasi oleh Badan Anggaran dan Tim Anggaran, APBD Gresik 2021 diproyeksikan bisa mencapai Rp 3,418 triliun.

Sedangkan dalam Ranwal RPJMD itu jika dihitung per tahun hanya ada kenaikan sekitar Rp 100 miliar saja. Dika dihitung per-bulannya kenaikan hanya sekitar Rp 10, miliar dengan target APBD hingga 2026 hanya sebesar 3,8 Triliun. (bro)