Kronologis Pekerja Seks Digorok di Apartemen Usai Hohohihe, Ini Pengakuan Pelaku

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Proses identifikasi oleh kepolisian beberapa waktu lalu. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Hanya lantaran tersinggung, Ahmad Junaidi Abdillah (19), terdakwa kasus pembunuhan di Apartemen Puncak Permai Surabaya tega menggorok leher korbannya hingga meregang nyawa.

BACA JUGA :  Ditangkap Bawa Sabu, Penjahit Wanita Ini Menangis

Ahmad mengaku, mulanya ia berkenalan dengan korban yang bernama Ika Puspita Sari (36) lewat aplikasi Michat. Setelah berkenalan, terdakwa kemudian membooking korban untuk pergi kencan.

“Booking buat kencan harganya Rp 800 ribu. Bisa satu kali sampai dua kali main,” ungkap Ahmad saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (12/10/2020).

Setelah sepakat, selanjutnya terdakwa datang ke Apartemen Puncak Permai Tower A lantai 8 nomor 0852 di Dukuh Pakis, Surabaya dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat sekira pukul 22.30 WIB.

“Korban minta Rp 500 ribu. Kesepakatan main 2 kali. Sekitar jam 2 mainnya. Setelah main kami istirahat ngobrol. Waktu saya ajak main lagi, korban menolak. Katanya capek mau istirahat. Ya saya bayar Rp 250 ribu aja,” terangnya.

Karena hanya dibayar separuh harga, korban kemudian marah dan mengucapkan kata-kata kasar yang membuat terdakwa tersinggung. Terlebih lagi, terdakwa mengaku semakin emosi saat korban merampas handphonenya dan membantingnya.

”Ngomongnya keras ga enak. Dia bilang, saya ga punya uang booking cewek. Lalu dia merampas handphone saya dan membantingnya. Saya tambah emosi. Saya lihat pisau, saya ambil di meja dekat sofa, samping kanan saya. Bentuknya pisau dapur. Langsung saya gorok lehernya samping kiri,” jelas pria asal Kelurahan Kalangan Prao, Kecamatan Jrengrik, Sampang, Madura ini.

Setelah digorok, dari pengakuan tersangka, saat itu korban terlihat lemas dan sempat ingin keluar kamar. Lantas ia pun menarik korban agar kembali masuk ke kamar. “Lalu saya gorok lagi. Karena saya takut ketahuan sama orang di apartemen itu. Dan juga untuk memastikan dia mati,” bebernya.

Sementara itu, barang bukti berupa pisau tersebut ia buang di sekitaran area stasiun TV. “Sekitar jam 11 siang saya ditangkap,” tandasnya. (bro)