Korban Selingkuhi Ibu Kandung Pelaku, Motif Pembacokan Arosbaya Bangkalan

Reporter : Suryadi Arfa - klikjatim.com

Keluarga korban pembacokan mendatangi kepolisian.

KLIKJATIM.Com | Bangkalan – Pembacokan pada Kamis siang (04/03/2021) di depan Indomaret Kecamatan Arosbaya ternyata dilakukan oleh remaja berusia 18 tahun.

BACA JUGA :  Cegah Arus Mudik, Per 25 April Kapal Penumpang Bawean Disetop Sementara

Hal itu dijelaskan oleh Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP. Agus Sobarnapraja bahwasanya pelaku pembacokan dan penganiayaan itu dilakukan remaja berinisial WG (18) asal Katol Barat Kecamatan Geger kabupaten Bangkalan.

Pembacokan itu terjadi diduga karena faktor perselingkuhan yang dilakukan oleh korban Sufwat (52) asal dusun Betambek desa Katol Barat kecamatan Geger kabupaten Bangkalan dengan ibu kandung pelaku.

“Motif WG melakukan pembunuhan itu disebabkan sakit hati karena Sufwat pernah dipergoki berselingkuh dengan ibu kandungnya di rumahnya,” ujarnya Jumat (06/03/2021).

Dijelaskan pula oleh Agus Sobarnapraja, pelaku mengaku bahwa kejadian perselingkuhan itu tahun 2020 tepatnya apda bulan puasa. Selanjutnya WG (18) mencari tahu kebenaran perselingkuhan ibunya dengan korban, pasalnya saat dipergoki Sufwat melarikan diri. 

Lanjut Agus, pada saat itu pelaku tidak bertemu korban disebabkan pindah tempat keluar kota, sehingga tidak bertemu lagi dengan pelaku. Seiring waktu akhirnya pelaku memiliki bukti yang kuat bahwa yang berselingkuh dengan ibunya adalah orang yang ia kenal.

Dan pada saat itu, ibu korban mendapat kabar dari pelaku untuk mengambil uang yang akan digunakan memperbaiki motor milik WG, sehingga ibu pelaku menyuruh WG untuk mengambilnya. Menitnya, kemungkinan karena pelaku lama tidak bertemu korban yang selama ini memang dicari, sehingga pelaku spontan mengambil celurit di rumahnya.

Lalu WG menelpon temannya yang masih memiliki ikatan famili untuk membantu dia menemui si korban di Indomaret. 

“Mereka masih sempat ngobrol dan tiba-tiba dianiaya. Jadi niatnya dia sudah ada untuk membunuh disebabkan rasa sakit hati. Selain dia ada pelaku lagi yang ikut membantu, saat ini yang diduga ada dua lagi yang melakukan, dan dalam proses pengejaran,” terangnya.

Sementara itu, Ahmad, keluarga korban meminta aparat kepolisian untuk menangkap semua pelaku yang terlibat dalam kasus pembunuhan, pasalnya ketiga pelaku itu memiliki peran masing-masing saat menghabisi nyawa Sufwat.

Ahmad juga menjelaskan bahwa pihaknya memasrahkan dan memercakan penuh kasus ini terhadap polres Bangkalan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku terhadap tindakan yang sudah dilakukan oleh pelaku terhadap keluarganya.

“Jika tidak diusut tuntas takut terjadi pembalasan dari pihak keluarga,” pungkasnya. (bro)