Korban Dugaan Pelecehan Seksual Laporkan Oknum Guru Ngaji di Tulungagung ke Polisi

Reporter : Iman - klikjatim.com

Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto saat diwawancarai awak media. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Dua korban dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru ngaji berinisial KZ di Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, akhirnya lapor polisi. Hal ini disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat di wilayah setempat yang berinisial ST.

BACA JUGA :  Pacaran Hingga 'Main Kuda-kudaan', Siswa SMA di Nganjuk Dipolisikan Bapak Pacarnya

Pasalnya, lanjut ST, kasus dugaan pelecehan seksual tersebut sudah menjadi buah bibir di masyarakat sekitar. “Tinggal bagaimana ini nanti, mau dapat hukuman di akhirat atau di dunia, rupanya keluarga korban ini sudah tidak tahan dan melapor ke polisi,” ujar ST kepada awak media, Senin (25/10/2021).

Dia mejelaskan bahwa terlapor KZ merupakan oknum guru ngaji di salah satu desa di wilayah Kecamatan Boyolangu. Ia (KZ) membuka kelas membaca al-quran di rumahnya selama setahun terakhir ini.

Nah, saat membimbin santriwatinya membaca al-quran, terlapor KZ diduga melakukan pelecehan seksual dengan meraba-raba paha dan daerah terlarang korban hingga berulang kali.

Tidak hanya itu saja. Saat pelajaran praktik salat, KZ telah mengajari gerakan salat sambil memegangi bagian tubuh santriwatinya. “Kalau yang sudah melapor ada dua orang korban, dua orang ini sudah mengaku kepada keluarganya,” jelasnya.

Lebih lanjut ST mengatakan, selama ini korban tidak berani melapor karena mendapat ancaman dari terlapor. Jika sampai berani menceritakan kepada orang lain, maka korban diancam tidak akan naik kelas.

“Kalau lapor kepada orang lain, katanya akan diancam tidak akan dinaikkan kelasnya,” terangnya.

Sementara itu Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto saat dikonfirmasi pun membenarkan terkait adanya laporan dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru ngaji di daerah setempat. Kini, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut. Termasuk meminta keterangan saksi korban maupun terlapor.

“Ya pasti akan kita tindaklanjuti, langkah awal tentu akan kita mintai keterangan saksi korban maupun terlapor,” ujarnya singkat. (nul)