Korban Dianggap Perusak Rumah Tangga, Anak Tiri Otaki Pembunuhan Mertua Sekda Lamongan

Reporter : Achmad Bisri-klikjatim.com

Kapolres Lamongan, AKBP Harun saat menginterogasi tersangka pembunuhan ibu mertua Sekda Lamongan. (Achmad Bisri/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Setelah melalui proses panjang penyelidikan secara intensif kasus pembunuhan terhadap ibu mertua Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan, Yuhronur Efendi akhirnya terungkap dengan gamblang. Ternyata korban Rowaini (68), warga Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan dihabisi oleh anak tirinya sendiri sebagai aktor intelektualnya.

Tersangka adalah Sunarto (44), warga Dusun Boyo, Desa Sonoadi, Kecamatan Karanggeneng. Untuk melancarkan aksinya, anak tiri korban ini menyuruh tersangka Imam Winarto warga Dusun Lembung Kidul, Desa Tunjung Mekar, Kecamatan Kalitengah sebagai eksekutor.

BACA JUGA :  Nyaru Petugas PDAM, Rampok ‘Kacangan’ Dihajar Massa

“Sebelumnya kami mengamankan pelaku eksekutornya dan sekarang yang kami amankan adalah otak pembunuhan terhadap korban (Rowaini, red),” ungkap Kapolres Lamongan, AKBP Harun saat menggelar konferensi pers, Selasa (11/2/2020).

Motifnya tersangka tega menghabisi nyawa ibu tirinya sendiri karena sakit hati. Tersangka Sunarto merasa dendam dengan korban yang dianggap sebagai orang ketiga dalam kehidupan rumah tangga ayahnya.

BACA JUGA :  Mantan Penyidik KPK Pimpin Polres Lamongan

“Kasus ini bermula karena tersangka merasa sakit hati dengan korban, dimana korban dianggap merusak keharmonisan rumah tangga orang tuanya,” beber AKBP Harun.

Atas perbuatannya, tersangka terancam pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP, dan Pasal 364 ayat 4 KUHP. Ancamannya hukumannya pidana mati atau hukuman penjara seumur hidup atau penjara maksimal 20 tahun. (bis/roh)