Komplotan Pencuri Pikap Keok, Pelaku Warga Sampang

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

Salah satu pelaku pencurian dengan pemberatan, MA di Mapolres Ponorogo. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Sepak terjang komplotan spesialis pencurian pikap berakhir di tangan anggota Satreskrim Polres Ponorogo dan Madiun. Pelaku adalah R, F, H dan MS.

“Yang kami hadirkan di sini (Polres Ponorogo) adalah MS. Untuk R dan F diproses di Polres Madiun. H masih DPO (Daftar Pencarian Orang). Mereka warga Sampang Madura,” ujar Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo, Rabu (16/11/2022).

Dia menjelaskan komplotan ini melakukan pencurian di Ponorogo di 2 lokasi dalam waktu satu hari. Yakni pada tanggal 11 Oktober 2022. Wilayah pencurian di Kecamatan Balong dan Kecamatan Siman.

“Yang di Kecamatan Siman itu toko Artomoro. Salah satu toko elektronik terbesar di Ponorogo,” kata AKBP Catur saat pres rilis di Gedung Gatra, Mapolres Ponorogo.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Nikolas Bagas Yudha Kurnia mengatakan bahwa Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama adalah di Kecamatan Balong. Kemudian mereka bergeser di Toko Elektronik Artomoro.

“Empat pelaku itu menggunakan prasarana sedan berwarna putih. Mereka kemudian merusak kunci dengan kunci T dan membawa alat perusak gembok,” jelas AKP Nikolas.

Terungkapnya kasus ini ketika pemilik pikap melaporkan ke Satreskrim Polres Ponorogo. Saat melakukan serangkaian penyelidikan, mendapatkan petunjuk dari rekaman CCTV.

Dari situ, teridentifikasi mobil sedan berwarna putih yang digunakan. Mereka ternyata kabur ke tempat asal mereka di Sampamg, Madura.

“Saat ditangkap, satu pelaku berinisial H berhasil melarikan diri. Jadi inisial H itu masih DPO,” urai mantan Kasatreskrim Polres Nganjuk ini.

Untuk barang bukti, baru 2 unit yang bisa dikembalikan. Untuk 1 unit pikap dari Kecamatan Baling masih dalam proses pencarian oleh tim Satreksrim Polres Ponorogo.

Pasalnya, untuk satu pikap itu sudah laku terjual. Selain pelaku H, polisi juga mengembangkan ke penadah pikap.

“Kerugiannya sekitar Rp300 juta. Tetapi mobil dijual hanya Rp30 juta per unit. Pelaku dikenai pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 penjara,” pungkasnya. (nul)