Komplotan Maling Kayu Jati Diamankan Polres Jombang

Reporter : Tsabit Mantovani - klikjatim.com

Para pelaku digelandang ke halaman Mapolres Jombang.

KLIKJATIM.Com I Jombang – Komplotan maling kayu diringkus anggota Satreskrim Polres Jombang. Mereka garong kayu jati berjumlah ratusan di wilayah Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

BACA JUGA :  Beredar Data Usulan BLT Gresik, Kok Anggota DPRD Masuk Kategori Penerima

Ada tujuh tersangka diamankan yakni, Suliyono (42), Miron (56), Suliyadi (51), Munif (46), Rudi (35), seluruhnya asal warga Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. Kemudian satu pelaku bernama Sutik (44), warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno. Sedangkan satu pelaku lainnya masih buron yakni SN (50), warga Mojokerto.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari Siswoyo (33), warga Bangunrejo, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam pada Kamis (15/04) lalu. Bahwa terjadi pencurian batang kayu jati di lahan tanah kavling milik Setiawan Djoko Purwanto di Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng.

Dari keterangan korban, di lahan tanah kavling itu terdapat tumpukan batang kayu jati sebanyak 600 potong. Namun, saat dicek ternyata ratusan batang kayu jati yang baru dibeli dari wilayah Wonosalam tersebut banyak yang hilang.

“Kami menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan penyelidikan. Di sekitar TKP kami temukan beberapa batang kayu jati yang disembunyikan di semak-semak. Dari keterangan saksi kemudian kita kembangkan,” kata AKP Teguh, Selasa (27/04/21).

“Hasil pengembangan, kita mengantongi identitas 8 orang yang merupakan warga sekitar TKP,” terangnya.

Menurut pengakuan para pelaku, lanjut Teguh, mereka mengambil kayu jati kemudian mengangkutnya dari tanah kavling di Desa Ngrimbi dengan menggunakan kendaraan Gran Max dan truk, untuk dijual kembali.

“Diperkirakan kayu jati yang dicuri sebanyak 250 batang. Dengan kerugian korban ditaksir sekitar Rp 25 juta,” tandasnya.

Saat ini, ketujuh pelaku diamankan di Mapolres Jombang, beserta barang bukti lainnya yakni 36 batang kayu dari berbagai ukuran serta 1 kendaraan gran max dan 1 unit truk yang digunakan mengangkut kayu.

“Pelaku kita jerat Pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun,” pungkasnya. (*)