Komoditas Mangga Sidayu Tembus Pasar Ekspor

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Kepala klinik ekspor KPP Bea & Cukai TMP B Gresik dan ketua DPRD mengunjungi UMKM Mangga Sidayu.

KLIKJATIM.Com | Gresik— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Gresik) mendorong komoditas mangga dari wilayah Gresik bisa merambah pasar ekspor. Hal ini agar potensi lokal bisa mendapatkan nilai lebih.

BACA JUGA :  Selang 15 Menit Dua Motor Warga Perum Sidoarjo Raib, Malingnya Tertangkap CCTV

Langkah kongkrit tersebut dilakukan saat Ketua DPRD Gresik Moh Abdul Qodir bersama Wakil Ketua Komisi II M Syahrul Munir dan Klinik Ekspor Bea Cukai melakukan kunjungan ke pelaku usaha mangga Gresik di Desa Gedangan Kecamatan Sidayu, Rabu (28/7/2021).

Menurut Qodir, dewan sangat mendukung ketika ada produk Gresik bisa ekspor ke mancanegara. Sebab itu, dirinya terus mendorong pelaku usaha bisa survive di tengah pandemi seperti ini.

“Kami bersama klinik ekspor Bea cukai Cabang Gresik dalam rangka memberikan idukasi, dan pendampingan kepada usaha mikro kecil dan menengah,” katanya.

Qodir menyatakan, komuditas pertanian Gresik sangat bangus. Dia menyontohkan mangga, ternyata kualitasnya bagus. Rasanya manis. Tak kalah dengan produk serupa yang ada di berbagai daerah.

“Kami dorong komoditi hasil pertanian kita untuk bisa merambah pasar luar negeri, karena ini sangat penting buat pemulihan ekonomi dan penguatan minat pemuda kita untuk menjadi eksportir produk kita,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik M Syahrul Munir menambahkan, komisinya terus berupaya agar pelaku usaha kecil bisa menjadi pionir dalam pemggerak ekonomi di masa pandemi.

“Ini upaya pendampingan kepada UMKM unggulan di Gresik. Mudah-mudahan bisa segera ekspor dan bersaing di pasar Internasional,” ujarnya.

Syahrul berucap, selain mangga ternyata banyak komuditas pertanian yang diharapkan mampu bisa bersaing. Salah satunya Jeruk Nipis dan Jeruk Lemon yang dibudidayakan petani lokal di Kecamatan Ujungpangkah.

Maka dari itu, komisinya berupaya terus melakukan pendampingan bagi pelaku usaha, mulai mendorong agar mendapatkan akses permodalan, pelatihan serta membantu agar bisa ekspor.

“Ini langkah kordinasi yang bagus antara Pemkab, Dewan dengan Bea Cukai. Mudah-mudahan sinergisitas ini berjalan secara konsisten dan kontinyu,” tandas Syahrul yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik.

Sementara itu kepala kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP B Gresik Bier Budi Kismuljanto menjelaskan langkah Klinik Ekspor Giri Nata Bea Cukai Gresik dalam mendampingi UMKM mangga agar bisa di ekspor. Menurut Bier, pihaknya melakukan asistensi ke UMKM Mangga mulai masuk OSS sampai dengan terbit NIB Ekspor.

“lalu pemberian dan pelatihan modul ekspor serta pelatihannya tad kita berikan di tempat UMKM, Sempat juga diskusi tentang potensi pasar ekspor ke Singapura, Korsel, Dubai, Belanda, Timor Leste, Brunei dan Hongkong,” jelasnya.

Sebelumnya Bea Cukai Gresik telah melakukan pendampingan kepada beberapa UMKM di Kabupaten Gresik hingga berhasil mengantarkan produk UMKM menembus pasar ekspor.

Salah satunya UMKM kain tenun di Desa Wedani yang menarik perhatian Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi Abdul Halim Iskandar hingga datang ke Desa Wedani beberapa waktu lalu. (bro)