Kolaborasi dengan Petrokimia Gresik, Panen Perdana di Demplot Sultra Capai 8 Ton Per Hektar

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Dirut PG, Rahmad Pribadi (dua dari kiri) bersama petani dan pejabat dinas setempat saat panen perdana padi di Sulawesi Tenggara. (ist/Humas Petrokimia Gresik)

KLIKJATIM.Com I Nasional – Petrokimia Gresik (PG) sebagai perusahaan solusi agroindustri sekaligus anggota holding Pupuk Indonesia, telah berkolaborasi dengan Tiphone Mobile Indonesia dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka melakukan panen padi perdana di lahan demonstration plot (demplot) seluas 5 hektar milik BPTP Sultra tepatnya Desa Lalosabila, Kecamatan Wawatobi, Kabupaten Konawe, Sultra, Minggu (9/2/2020) kemarin.

Estimasi panen di lahan ini bisa mencapai sekitar 7 sampai 8 ton per hektar. Capaian itu lebih tinggi 2 hingga 3 ton per hektar dari rata-rata panen padi di Indonesia yang hanya 5 ton per hektar.

Direktur Utama (Dirut) Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menuturkan, bahwa panen ini merupakan awal dari kerja sama yang lebih besar. Adapun kolaborasi ini berawal dari kesamaan visi di antara pihak-pihak yang terlibat untuk mendukung dan mewujudkan produktivitas pertanian yang tinggi serta berkelanjutan.

“Selanjutnya secara bertahap kami akan kembali melakukan demplot di lahan sawah total seluas 1.000 hektar pada tahun ini,” lanjut Rahmad, Selasa (11/2/2020).

Untuk tahap pertama akan dilakukan di areal sawah seluas 300 hektar di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sultra. Penanaman dimulai pada tanggal 15 Februari 2020 nanti.

BACA JUGA :  Ekspansi Pasar Ekspor, Sejarah Pertama Pupuk Petrokimia Gresik Masuk ke Meksiko

“Untuk kerja sama ini, kami akan mendukung melalui produk pupuk terbaru kami, yaitu NPK Petro Nitrat dengan dosis 200 kilogram per hektar. Pemupukannya sendiri akan dilakukan pada awal Maret 2020 mendatang,” ujarnya.

Diterangkan, NPK Petro Nitrat adalah pupuk NPK 16-16-16 yang bisa diaplikasikan pada tanaman pangan dan hortikultura. Produk ini dirilis pada tahun 2018 yang sudah melewati uji coba berbagai tanaman di daerah-daerah.

“Uji coba telah dilakukan secara mandiri maupun bekerjasama dengan pihak independen, khususnya BPTP di berbagai provinsi. Hasilnya, NPK Petro Nitrat berhasil meningkatkan hasil dan kualitas panen berbagai jenis tanaman di berbagai lokasi,” katanya.

Selain NPK Petro Nitrat, kolaborasi ini juga didukung benih unggul Trisakti milik Tiphone Mobile Indonesia. Jenis benih padi ini bisa dipanen dalam waktu 70 sampai 75 hari setelah tanam, atau jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata benih padi lainnya. Karena pada umumnya masa panen terhitung antara 95 hingga 110 hari setelah tanam.

“Untuk teknis aplikasi produk, dosis pupuk NPK Petro Nitrat adalah 200 kilogram per hektar sebanyak 3 kali aplikasi dan benih padi unggul Trisakti 25 kilogram per hektar,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Petrokimia Gresik Komitmen Capai Proper Emas

Melalui kolaborasi ini diharapkan bisa mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas padi di Indonesia. Khususnya di luar Jawa.

Dan yang terpenting lagi, bahwa kolaborasi ini sangat sejalan dengan arah bisnis Petrokimia Gresik. Kebetulan saat ini perusahaan sedang ingin mewujudkan dirinya sebagai perusahaan solusi agroindustri untuk pertanian berkelanjutan, sekaligus bentuk penguatan pasar pupuk sektor komersil (non-subsidi).

“Memang saat ini kami sedang menjalankan program transformasi bisnis yang salah satu upayanya adalah meningkatkan kapasitas produk komersil. Harapannya, Petrokimia Gresik bisa bersaing di pasar bebas dan siap menghadapi wacana pengalihan subsidi pupuk oleh pemerintah,” tandas Rahmad.

Selain panen padi, Rahmad Pribadi dalam kunjungannya ke Sultra juga meninjau gudang penyangga pupuk di Kendari. Ia pun mengecek langsung dan memastikan ketersediaan pupuk bagi petani telah aman. (nul/roh)