Optimalkan Penyaluran Pupuk Subsidi, Khofifah Berharap Disesuaikan Kebutuhan Petani

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berharap penyaluran pupuk subsidi kepada petani terutama di Jawa Timur (Jatim) harus lebih fokus. Sebab dari temuannya di lapangan, para petani yang tergabung dalam salah satu gabungan kelompok tani (gapoktan) mengaku telah mendapatkan pupuk tidak sesuai kebutuhan. Contohnya, ketika petani membutuhkan pupuk urea tapi yang tersedia malah jenis lain.

BACA JUGA :  Dibutuhkan 2.226 Pengawas TPS di Gresik, Ada Syarat Rapid Test

“Mekanisme inilah yang harus kita carikan titik temunya. Sehingga diharapkan terkait penyaluran dan kebutuhan bisa lebih fokus,” ujar Khofifah saat berkunjung ke PT Petrokimia Gresik, Kamis (17/9/2020).

Yang terpenting lagi, jangan sampai terjadi kelangkaan pupuk subsidi. Karena itu perlu adanya sinkronisasi antara kebutuhan petani dengan ketersediaan pupuk di pabriknya.

Selain itu, juga ada sebagian petani yang tergabung dalam Perhimpunan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (PLMDH) belum tercover pada rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Karena itu pihaknya berharap terkait RDKK ini bisa menyentuh ke semua lini di sektor pertanian.

Dan semua itu dilakukan untuk tetap menjaga program nasional terkait ketahanan pangan. Terutama di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. “Kami sudah koordinasi dengan Menteri Pertanian, juga beberapa pihak terkait lainnya termasuk dengan pak Dirut Petrokimia Gresik,” tambahnya.

Selanjutnya, Gubernur perempuan ini juga meminta sejumlah kabupaten di Jatim untuk mempercepat masa tanam kedua. Tujuannya mengantisipasi krisis pangan akibat kemarau panjang dan pandemi Covid-19 yang belum juga mereda di paruh kedua tahun 2020.

Khusus Petrokimia Gresik selaku produsen pupuk, diminta dalam hal penyediaan pupuk bersubsidi harus tetap dijaga untuk menghindari kelangkaan. Serta bersama-sama pemerintah daerah ikut melakukan pengawasan ketat, terkait penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani demi menyukseskan musim tanam kedua.

Direktur Utama (Dirut) Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengungkapkan, bahwa saat ini stok pupuk bersubsidi di perusahaan solusi agroindustri yang merupakan anggota holding Pupuk Indonesia sejumlah 557.733 ton. Angka tersebut melebihi ketentuan minimum pemerintah, yaitu 491.518 ton.

Rinciannya terdiri dari Pupuk Urea 69.977 ton, ZA 78.653 ton, SP-36 110.248 ton, Phonska 224.088 ton, dan Petroganik 74.767 ton. Dari total stok tersebut untuk Provinsi Jawa Timur sebesar 217.895 ton, dengan rincian Urea 69.977 ton, ZA 30.675 ton, SP-36 31.389 ton, NPK Phonska 46.932 ton dan Petroganik 38.922 ton.

“Kewajiban dari Petrokimia Gresik adalah menyediakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan atau penugasan dari pemerintah,” ujar Dwi Satriyo.

Petrokimia Gresik pun senantiasa siap mendukung ketahanan pangan nasional, dan pupuk bersubsidi sebagai salah satu sarana produksi pertanian. Sehingga menjadi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terlebih di tengah kondisi wabah Covid-19 yang belum mereda.

“Tidak hanya pupuk, Petrokimia Gresik juga siap membantu petani dalam pengendalian Hama sehingga pengawalannya lengkap,” lanjutnya.  (hen)