Kisah Pengantin di Ponorogo, Ijab Qobul Harus Diwakilkan Lantaran Terkonfirmasi Positif Covid-19

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

Prosesi ijab qobul pengantin di Ponorogo diwakilkan setelah mempelai pria dinyatakan positif covid-19.

KLIKJATIM.Com | Ponorogo—Pernikahan Soni Ali Widiyat dan Endang Lestari di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo berbeda dengan pernikahan keponakan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Soni dan Endang terpaksa melangsungkan ijab qobul secara terpisah.

BACA JUGA :  Sebanyak 660 Pemudik dari Gresik Diberangkatkan Forkopimda

Ya, saat melangsungkan ijab qobul, Soni harus menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan positif covid-19. Jadinya, Soni harus mewakilkan kehadirannya saat melangsungkan ijab qobul.

“Sesuai dengan peraturan Menteri Agama nomor 20 tahun 2019 pasal 11, apabila calon suami berhalangan hadir bisa membuat surat kuasa dan bermaterai diketahui kepala KUA,” tutur penghulu, Meky Hasan Tachtarudin, Kamis (29/7/2021). 

Prosesi ijab qobul itu berlamgsung di KUA Kecamatan Sooko. Mempelai wanita hadir, sementara mempelai pria diwakili saudara dari pihak mempelai wanita. Di akhir ijab qobul juga dinyatakan jika pernikahan tersebut atas nama mempelai pria yang diwakili, yakni Soni Ali Widayat.

“Yang mewakili itu juga menyatakan diri ijab qabul bukan untuk dirinya. Jadi tidak ada masalah,” kata Meky. 

Dipastikan Meky, prosesi ijab qobul ini telah dinyatakan secara sah baik secara hukum negara maupun agama. Sehingga, setelah mempelai pria dinyatakan sembuh dan selesai menjalani isolasi tidak perlu melakukan ijab qobul. Sebagai penguat, ijab qobul ini diketahui petugas KUA dan pemerintah desa.

Dia memastikan tidak mungkin dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya prosesi ini tidak hanya diketahui oleh KUA namun juga Pemerintah Desa (Pemdes). 

“Mereka mempelai juga sudah rapak. Waktu rapak kan sudah diperiksa dokumennya. Prosesi ijab qabul Senin (26/7) lalu itu sah, jadi tidak perlu diulang, ” sambungnya. 

Meky menjelaskan, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran. Khususnya bagi para penghulu agar mencarikan jalan keluar jika ada calon pengantin positif covid-19 bisa diwakilkan.

“Ini bisa jadi pembelajaran bersama, jika ditemukan kasus serupa sebagai KUA bisa mencarikan solusi bagi pengantin, jangan dibatalkan, kan namanya menikah persiapan banyak,” jelasnya. (mkr)