Kinerja Perekonomian Diprakirakan Terus Membaik

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan perbaikan ekonomi domestik tetap berlanjut. Hal ini disampaikan saat memimpin Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada minggu III – Oktober 2021.

BACA JUGA :  Dukungan Risma Tak Pengaruhi Elektabilitas Eri-Armudji

Pada triwulan III 2021, kinerja perekonomian diprakirakan terus membaik. Juga didukung kinerja ekspor yang tetap tinggi, serta aktivitas konsumsi dan investasi yang kembali meningkat sejalan pelonggaran pembatasan mobilitas.

“Dari sisi Lapangan Usaha (LU), kinerja LU Industri Pengolahan, Pertambangan, Perdagangan, serta Informasi dan Komunikasi tumbuh tinggi,” ujar Perry Warjiyo siaran persnya, Kamis (21/10/2021).

Secara spasial, pemulihan ekonomi terutama pada wilayah Sulampua, Jawa, Sumatera, dan Kalimantan ditopang kinerja ekspor. Perbaikan ekonomi berlanjut tercermin pada perkembangan indikator dini hingga Oktober 2021, seperti penjualan eceran, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, transaksi pembayaran melalui SKNBI dan RTGS, serta ekspor.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan terus membaik hingga triwulan IV, sehingga keseluruhan 2021 tetap berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 3,5%-4,3%.

Kemudian pertumbuhan ekonomi pada 2022 diprakirakan membaik didorong oleh mobilitas yang terus meningkat sejalan akselerasi vaksinasi, kinerja ekspor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor prioritas yang semakin luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut.

Sementara pemulihan ekonomi global berlanjut, namun lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Jepang lebih rendah dari prakiraan sejalan dampak kenaikan kasus varian delta Covid-19, serta gangguan rantai pasokan dan energi global.

Di sisi lain, pemulihan ekonomi Eropa lebih tinggi sehingga menahan perlambatan ekonomi global.

Namun kinerja sejumlah indikator dini seperti Purchasing Managers Index (PMI), penjualan eceran, dan keyakinan konsumen secara umum melambat pada September 2021.

Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia merevisi pertumbuhan ekonomi global 2021 menjadi 5,7% dari prakiraan sebelumnya sebesar 5,8%. Kenaikan volume perdagangan dunia dan harga komoditas terus berlanjut, sehingga menopang prospek ekspor negara berkembang.

Selanjutnya, diungkapkan bahwa pemulihan ekonomi dunia diperkirakan akan tetap berlanjut pada tahun 2022 meskipun dampak dari gangguan rantai pasokan dan keterbatasan energi perlu tetap diwaspadai. Ketidakpastian pasar keuangan global sedikit menurun di tengah kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter global yang lebih cepat sejalan kenaikan inflasi yang terus berlangsung.

“Kondisi tersebut berpengaruh terhadap tetap berlanjutnya aliran portofolio global ke negara berkembang, khususnya di negara-negara yang mempunyai imbal hasil aset keuangan yang menarik dan kondisi ekonomi yang membaik,” pungkasnya. (*/nul)