Khofifah Sesalkan Kasus Perundungan dan Kekerasan Seksual Pelajar SD di Malang

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyesalkan kasus pelecehan seksual dan penganiayaan yang menimpa pelajar SD di Kota Malang.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyesalkan kasus pelecehan seksual dan penganiayaan yang menimpa pelajar SD di Kota Malang.

BACA JUGA :  Minta Transparansi, Warga Kemirisewu Pasuruan Belejeti Pemdes Setempat

Khofifah mengaku, dirinya merasa prihatin sekaligus menyesalkan kejadian tersebut. Ia pun telah meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan memproses pidana seluruh tersangka agar ada efek jera.

“Saya sangat prihatin dan menyesalkan kejadian ini. Apalagi korban masih berusia belia dan selama ini bertempat tinggal di Ponpes dan Panti Asuhan Yatim dan Duafa,” ungkap Khofifah, Rabu (23/11/2021).

Seperti diketahui, belakangan beredar video perundungan yang menimpa seorang anak  yang dilakukan oleh sejumlah pelaku yang juga usia remaja. Korban dirundung setelah mengalami kekerasan seksual.

Korban sendiri merupakan anak dari seorang ibu yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga. Sedangkan sang ayah merupakan seorang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Oleh sebab korban dititipkan ke Ponpes dan Panti Asuhan Yatim dan Duafa Ashidiqiyyah Asysyuhada sekitar dua tahun lalu.

Kejadian itu terjadi pada 18 November 2021, pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban berangkat ke sekolah, namun sampai sore hari belum kembali ke PP/PA. Setelah maghrib korban diantar temannya pulang dalam kondisi memar.

Setelah ditanyai oleh pengasuh, baru diketahui bahwa korban telah mengalami kekerasan seksual dan perundungan oleh sejumlah orang. Kasus ini pun dilaporkan ke Polresta Malang dan kini kasusnya tengah ditangani oleh pihak berwajib.  (rtn)