Khofifah Datang, Ular Phyton Muncul

Reporter : Redaksi - klikjatim

DIANGKAT : Bangkai ular phyton terlihat saat diangkat oleh beckhoe dari Kali Buntung dalam aksi bersih-bersih yang dihadiri Gubernur Khofifah dan Plt Bupati SIdoarjo, Nur Ahmad Syaifudin.

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Aksi bersih-bersih yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov Jawa Timur bersama TNI, Polri, Tagana dan beberapa relawan di Kali Buntung bawah Jembatan Layang Waru Selasa malam, sempat geger. Pemicunya, kemunculan ular phyton berukuran panjang sekitar 4 meter bersamaan dengan hadirnya Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawangsa bersama Plt Bupati SIdoarjo, Nur Ahmad Syaifudin.

Beruntungan kehadiran ular phyton tidak sampai mengganggu peserta kerja bakti malam yang memenuhi sepanjang tepi Kali Buntung. Sebab, ular phyton saat digaruk beckhoe dalam kondisi mati. Namun sebagian peserta sempat terkejut ketika melihat ular phyton jenis kembang ini diangkat oleh beckhoe.

BACA JUGA :  Dekatkan Pelayanan ke Warga, Pendamping PKH di Surabaya Bakal Berkantor di Kelurahan

Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin menjelaskan, kegiatan bersih-bersih kotoran sampah dan tanaman air ini untuk mengantisipasi serta mencegah adanya banjir di wilayah Waru dan sepanjang aliran Kali Buntung. Selama ini Kali Buntung kerap terjadi banjir karena aliran sungainya buntu tertutup sampah.

“Sehingga ketika hujan deras cukup lama, maka aliran sungai meluap dan terjadi banjir di sekitarnya. Air sungai tidak bisa mengalir secara normal karena tersumbat sampah, yang dibuang di sungai,” ujar Cak Nur, panggilan akrab Plt Bupati Sidoarjo.

BACA JUGA :  Jangan Nekat Melanggar! Gugus Tugas Bangkalan Bakal Perketat Protkes Selama Libur Panjang

Di tempat yang sama Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, kegiatan bersih-bersih bertujuan mencegah banjir di sekitar Kali Buntung. Kegiatan ini sekaligus menjadi kampanye aksi bersih-bersih yang akan dilakukan seluruh Jawa Timur bersama pemerintah daerah yang ada.

“Seperti yang terlihat di Kali Buntung, banyak terdapat sampah dan tanaman air hingga mencegah lancarnya aliran air di sungai,” tandasnya.
Gubenrur meminta masyarakat untuk ikut partisipasi dalam mencegah adanya banjir. Seperti tidak membuang sampah sembarangan, terlebih di sungai. “Mari kita budayakan menjaga lingkungan, membuang sampah pada tempatnya dan lain sebagainya,” himbau dia. (nk/nul)