Ketua PN Bangil Bagi Tips Cepat Sembuh Covid-19

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Kabupaten Pasuruan, Akhmad Fazrinnoor Sosilo Dewantoro

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Kabupaten Pasuruan, Akhmad Fazrinnoor Soesilo Dewantoro dinyatakan sembuh dari Covid-19. Setelah dinyatakan sembuh, Akhmad Fazrinoor Soesilo kembali melakukan aktiftas seperti biasa.

BACA JUGA :  Tenang Bro, Sertifikat Elektronik Bisa Digadaikan Kok

“Alhamdulillah sudah sembuh dari corona, dan dua hari sudah masuk kantor,” kata Ketua PN Bangil di ruangannya, Kamis (24/9/2020) siang.

Selesai menjalani perawatan Covid-19, Akhmad Fazrinoor Soesilo Dewantoro mengaku lega dengan apa yang sudah dijalani. Dia lantas membagi tips agar secepatnya selesai menjalani perawatan dan sembuh.

Agar cepat sembuh dari Corona, kata dia, salah satu hal yang perlu dilakukan tenangkan pikiran, jangan panik atau stres. “Panik atau stres daya tahan tubuh kita menurun. Dan ikuti saran dokter,” imbuhnya.

Selain itu, kata dia, dia mengaku terus mendapatkan dukungan dan motivasi dari orang-orang terdekatnya. Sehingga dorongan dirinya untuk sembuh semakin besar. Terpenting, lanjutnya, minum prebiotik, kelapa muda dikasih garam sedit serta madu sama kurma.

Dirinya sempat menjalani perawatan di RSUD Bangil selama enam hari. Setelah dinyatakan sembuh dari pihak rumah sakit. Ia pun melakukan isolasi mandiri di rumah selama empat belas hari.

BACA JUGA :  Tabrakan Dua Motor dan Pikap, Dua Pemotor Tewas di Lokasi Kejadian

Bapak dua anak ini menceritakan bahwa dirinya adalah salah satu pasien yang pernah positif terkena virus corona. Namun, sekarang dinyatakan sembuh dan telah dinyatakan negatif berkat pemeriksaan dan perawatan seluruh dokter dan perawat yang ada di RSUD Bangil. “Awal mulanya saya mengalami sakit kepala. Lalu saya periksa ke RS Masito pada bulan Agustus. Disana saya disarankan ke RSUD Bangil dan di tes swab, hasilnya positif,” ungkapnya.

Oleh tim medis RSUD Bangil, dia langsung dirawat di ruang isolasi. Dirinya sempat punya rasa was-was bercampur takut. “Perasaan saat itu gak karuan. Tapi saya ambil segi positifnya saja,” tuturnya.

Dia berpesan, agar masyarakat tidak perlu resah dan mengucilkan orang yang positif COVID-19. Sebab, orang yang positif bukan sebuah aib sehingga harus dijauhi apalagi dikucilkan. Dia optimistis, bahwa virus tersebut bisa disembuhkan, dengan perilaku hidup bersih dan sehat, tidak stres, tetap menjaga imun tubuh dan selalu menaati imbauan pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus tersebut. (bro)