Kesaksian Pemilik Warung di Desa Jatirembe Gresik Saat Mendadak Diserang Oknum Pendekar Bringas *Tidak Bisa Tidur, Takut Ada Serangan Balik

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Lasianah pemilik warung saat menunjukkan goresan seng bekas senjata tajam akibat massa perguruan yang ngamuk. (Faiz /klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik—Lasianah (54) dan suaminya Mujib (50) tak bisa tidur setelah warungnya dirusak oknum anggota perguruan silat, Jumat (22/10/2021) petang. Pemilik warung di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Gresik ini was-was jika warungnya diserang gerombolan pendekar bringas itu.

BACA JUGA :  Hakim PN Sidoarjo Bakal Panggil Paksa Via Vallen Hadiri Sidang, Begini Penyebabnya

Saat ditemui klikjatim.com, Lasianah masih trauma dengan kejadian di warungnya itu. Bahkan dia mengaku tak bisa tidur akibat kejadian sore hari itu. Sambil menunjukkan bagian warungnya yang dirusak pendekar itu, dia menceritakan peristiwa kerusuhan yang membuat warga sekampung keluar rumah.

“Mereka (oknum pendekar) mengira salles rokok yang mampir di warung saya itu anggota dari perguruan silat lain. Padahal tidak, kaos yang digunakan itu seragam dari kantor salles itu sendiri,” katanya, Jumat (22/10/2021) malam.

Lasianah bercerita, sebelum kejadian salles rokok itu awalnya berada di dalam warungnya. Kemudian ada telepon berderig, keluarlah salles itu ke luar warung.

“Mungkin cari sinyal. Soalnya kalau di dalam warung sinyalnya kurang baik,” katanya.

Saat menerima telepon itulah gerombolan oknum pendekar datang dari arah utara. Jumlahnya puluhan. Oknum ini langsung mendekat ke korban dan langsung menghajarnya.

Aku ki selles bro gak ngerti opo-opo (Saya ini salles tidak tau apa-apa),” kata Lasianah menirukan ucapan salles saat membela diri di hadapa oknum pendekar.

Meski telah diberitahu bukan anggota perguruan, para oknum pendekar ini tak peduli. Mereka tetap menghajar salles beramai-ramai hingga mengalami luka pada bagian hidungnya.

“Korban Sales tidak  berkata apa-apa, diam dan pasrah. Posisi berdiri sambil mengamankan badannya. Kalau warga setempat tidak keluar mungkin mati,” terang Lasianah. 

Tak lama kemudian aparat dari Polsek Benjeng dan Polres Gresik turun mengamankan kerusuhan. Kerusuhan itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB dan massa membubarkan diri sekitar pukul 19.30 WIB.

“Sehingga kejadian ini dengan cepat bisa lerai,” kata Kapolsek Benjeng, AKP Lukman Hadi saat dikonfirmasi.(mkr)