Kerugian Akibat Banjir di Lamongan Hampir Capai Rp 30 Miliar

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Peta arus air di wilayah rentan banjir di Lamongan.

KLIKJATIM.Com | Lamongan—Banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Kabupaten Lamongan sangat merugikan. Khususnya warga petani dan budidaya ikan dan udang.

BACA JUGA :  Pasang 700 Kamera Pengintai, Tilang Online di Surabaya Sepekan Lagi

Dari catatan BPBD Lamongan, walau belum genap sebulan, dampak ekonomi dari banjir itu sudah membawa kerugian lebih dari Rp 29,7 miliar.

Angka itu merupakan kalkulasi dari kerusakan ribuan hektare tambak, sawah, jalan, hilangnya ikan dan udang siap panen, serta tanaman produktif lainnya. Termasuk kerusakan fisik rumah warga terdampak di 46 desa di enam kecamatan.

“Ikan bandeng dan udang yang akan dipanen, sudah hanyut terbawa arus banjir. Mungkin yang bisa diselamatkan hanya sedikit dengan cara dipasangi pagar jaring,” ungkap Fauzan salah seorang petani tambak asal Desa Putat Kumpul, Kecamatan Turi.

BPBD mencatat, Bengawan Solo dan jaringan anak sungainya di Lamongan sedikitnya telah merendam 7.081 hektare lahan tambak. Upaya yang dilakukan petambak dan petani agar tidak mengalami kerugian lebih besar, dilakukan dengan memasang jaring mengitari petak tambaknya.

“Yang paling parah di Kecamatan Karangbinangun, wilayah ini yang paling banyak areal tambaknya dan juga terendam, yaitu lebih dari 2.000 hektare,” beber Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin Rabu (13/01/2021).

Secara umum, lanjut Muslimin, banjir kali ini dikarenakan debit air bengawan solo besar, sementara air laut pasang .

“Makanya banjir di kawasan bengawan tidak bisa terelakan karena luberan dari hulu dan luapan dari rawa-rawa di sekitar wilayah area Bengawan Njero,” imbuhnya.

Perlu diketahui, awal tahun 2021 ini, banjir di Lamongan terjadi akibat meluapnya anak sungai Bengawan Solo, yaitu Bengawan Njero dan Bengawan Solo. Adapun enam kecamatan yang terimbas antara lain adalah Kecamatan Kalitengah, Turi, Karanggeneng, Karangbinangun, Glagah dan Deket. (mkr)