Kepincut Batik Trenggalek, Pengusaha Dewi Motik Langsung Tantang Gelar Pameran

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Dewi Motik saat menghadiri feedback sesion business trip bersama CEO Indonesia chapter Jatim di Trenggalek pada Minggu (24/10/2021). (ist/Diskominfo Trenggalek)

KLIKJATIM.Com | Trenggalek – Keindahan Batik Trenggalek mendapatkan pujian dari seorang pengusaha perempuan terkemuka di Indonesia, Dewi Motik Pramono. Bahkan, apresiasi dan rasa kagumnya itu disertai dengan tantangan kepada Novita Hardini selaku Ketua Dekranasda Trenggalek.

BACA JUGA :  Cekcok Dengan Emaknya, Warga Pasuruan Bacok Tetangganya

Tantangannya adalah membuat event pameran batik dan tekstil Trenggalek, yang digelar selama satu minggu. Untuk mewujudkannya, Dewi Motik pun mengaku siap membantu Dekranasda Trenggalek dengan maksimal.

“Jadi saya bilang sama beliau (Novita Hardini), saya kan selalu di bidang tekstil, jadi saya bilang saya tantang kamu, kita buat seminggu jadi pameran batik dan tekstil,” kata Dewi Motik saat menghadiri feedback sesion business trip bersama CEO Indonesia chapter Jatim di Trenggalek pada Minggu (24/10/2021), seperti yang dilansir dalam website Pemkab Trenggalek.

Selain keindahan Batik Trenggalek, juga memiliki kekhasan jika dibandingkan dengan batik-batik dari daerah lain. Bahan alam dan desain yang berbeda membuat Batik Trenggalek memiliki daya tarik tersendiri saat dikenakan.

“Bahannya itu kan bahan alam dan desainnya itu diferent (beda) sama Solo sama Jogja, itu ciri khas Jawa Timuran,” ujar perempuan yang juga pengajar tersebut.

“Saya bilang kita bukannya takabur, tapi insya Allah kalau mau dijual dari yang tadi jutaan silahkan, tapi yang murah juga harus dijual,” lanjutnya.

Selanjutnya, Dewi Motik pun mencontohkan terkait harga. “Misalkan Rp50 ribu dan Rp200 ribu itu harus ada juga, kan kita ada yang namanya batik cap tetep dari handmade ya. Jadi kita macam-macam, jangan hanya yang mahal-mahal tapi insya Allah kita bisa jual. Tapi yang paling penting bahwa batik bukan hanya untuk orang kaya saja lho, batik kan juga buat semua,” urainya.

“Jadi harus handmade juga, tapi juga harus dibeli di mall. Insya Allah saya bisa bantu karena saya punya network yang kuat di Jakarta,” imbuh Dewi Motik.

Usai mendapatkan tantangan ini, Ketua Dekranasda Trenggalek, Novita Hardini mengaku semakin bersemangat untuk mendorong kemajuan produk asli dari Trenggalek. ”Jadi dalam kegiatan business matching ini, saya kemarin juga mengundang dinas yang berurusan dengan investasi di Provinsi Jawa Timur (Jatim), untuk membantu mempromosikan potensi yang ada di Kabupaten Trenggalek,” tuturnya.

Ke depannya harus semakin intens dalam menjalin kerjasama atau kolaborasi, sehingga bisa mencapai target yang diharapkan. “Kita tinggal mengclosingkan saja nih, jadi kita sudah opening, kita sudah mempromosikan, kita sudah mengenalkan bahwa Trenggalek itu kaya sekali. Tinggal bagaimana kami bersama rekan-rekan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bisa membina silaturahmi ini dengan baik, bisa menjadikan silaturahmi ini sesuatu yang membawa manfaat satu sama lain sehingga kolaborasi ini saling menguntungkan dan memberi manfaat satu sama lain,” pungkasnya. (*/nul)