Kementerian Pertanian Pastikan Pasokan Pupuk Subsidi Cukup Untuk Musim Tanam Padi Kedua Tahun Ini

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Dirut Petrokimia Gresik Satriyo Annurogo saat mendampingi Wamantan Harvick Hasbul Qolbi dan Dirut Pupuk Indonesia Bakir Pasaman meninjau produksi pupuk subsidi di PT Petrokimia Gresik

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Kementerian Pertanian memastikan pasokan pupuk subsidi untuk musim masa tanam padi kedua tahun ini mencukupi. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan,  pasokan pupuk subsidi untuk musim tanam kedua ini mencapai 9 juta ton.

BACA JUGA :  Wabup Qosim Lantik 85 Pejabat Fungsional
Kementerian Pertanian Pastikan Pasokan Pupuk Subsidi Cukup Untuk Musim Taman Padi Kedua Tahun Ini

 

“Kami menyediakan sembilan juta ton pupuk subsidi untuk seluruh daerah,” kata Mentan Syahrul di Indramayu, seperti dikutip,  Jumat (30/4/2021).

Dia mengatakan jumlah sembilan juta ton pupuk subsidi ini sudah sesuai dengan porsi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), meskipun pada RDKK yang diajukan hingga 24 juta ton.

Menurutnya, pupuk subsidi diperuntukan bagi petani miskin dan hanya bisa digunakan untuk area sawah di bawah dua hektare, untuk itu kebutuhan pupuk subsidi akan dipastikan cukup. Dia menambahkan, pemakaian pupuk subsidi di sejumlah daerah tidak menghabiskan stok pupuk subsidi yang tersedia.

Seperti di Indramayu, daerah penghasil beras nomor satu di Indonesia ini baru menggunakan pupuk subsidi sekitar 40 persen. Padahal ketersediaan pupuk subsidi untuk Indramayu mencapai 300 ribu ton. “Artinya, stok pupuk subsidi di daerah ini masih aman. Dari ketersediaan 300 ribu ton lebih di Indramayu, baru terpakai 40 persen. Masih cukup dan belum waktunya dipakai,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman menjelaskan, stok pupuk subsidi telah disiapkan di gudang lini 1 (produsen) sampai dengan lini 4 (kios resmi) sebanyak 2,1 juta ton. Jumlah ini dinilai mencukupi untuk kebutuhan selama enam minggu ke depan.

“Kami selalu berusaha memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan aturan yang ada, baik itu Permendag maupun Permentan. Stok tersebut lebih dari tiga kali lipat dari stok minimum pemerintah, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di musim tanam ini,” kata Bakir.

Untuk membantu kelancaran penyaluran pupuk subsidi, lanjut Bakir, Pupuk Indonesia didukung oleh jaringan distribusi yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Memiliki sembilan unit pengantongan, enam unit Distribution Center (DC), 203 kapal laut, 6.000 lebih truk, 595 gudang dengan kapasitas 3,1 juta ton, dan memiliki jaringan distributor sebanyak 1.200 dengan 29.000 lebih kios resmi.

Tidak hanya itu, Pupuk Indonesia juga menerapkan teknologi 4.0 dalam pendistribusian pupuk melalui sistem distribution planning and control system, yang dapat memonitor posisi pengiriman barang dan memantau stok hingga ke level kios secara real time. Sehingga potensi kelangkaan atau kekurangan stok, dikatakan dapat dicegah sejak dini. (ris)