Kemenkumham Jatim Undang ICITAP Pertajam Kemampuan Intelijen Petugas Lapas

Reporter : Satria Nugraha - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Kemenkumhan Jawa Timur & Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mendatangkan narasumber dari International Criminal Investigate Training Assistance Program (ICITAP) sebagai narasumber training. Training yang diikuti petugas Lapas Surabaya dan Rutan Perempuan ini bertujuan untuk menambah kemampuan analisa intelijen di bidang kemasyarakatan. Training dengan tema Elemen Inti Standar Pengamanan dan Tim Tanggap Darurat ini digelar di Hotel Luminor Sidoarjo, Rabu (20/09/21).

BACA JUGA :  SIG Berbagi Jelang Idul Fitri 1442 Hijriah di Jatim, Total 12.100 Paket Sembako Disalurkan

ICITAP adalah lembaga di bawah Departemen Kehakiman Amerika Serikat yag menawarkan program batuan pelatihan investigasi criminal. Lembaga ini bekerjasama dengan berbagai negara yag kemudian berkembag menjadi lembaga yag membina stabilitas internasional dan peraturan hukum.

Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono yang didampingi oleh Kalapas Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo, Gun Gun Gunawan membuka acara tersebut.  Dalam sambutannya, Senior Corrections Adviser ICITAP Gene Langheld menyampaikan bahwa ia sangat bersemangat melihat keberagaman petugas yang menjadi bagian dalam kegiatan tersebut. “Ada petugas senior dan petugas junior, ini sangat bagus sekali,” ucapnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kalapas di salah satu negara bagian Amerika Serikat tersebut mengatakan, banyaknya permasalahan di lapas di Indonesia, sebenarnya juga terjadi di lapas Amerika. “Karena itu sebaik mungkin serap ilmu yang didapat dan bagikan sebanyak mungkin kepada rekan-rekan kerja. Saya yakin ini sangat membantu anda dalam bertugas,” jelasnya.

Dalam sambutannya Krismono mengingatkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu deteksi dini terhadap situasi keamanan dan ketertiban. “Deteksi dini sangat penting karena dari fungsi intelijen inilah kita bisa segera memetakan masalah dan sedini mungkin mengantisipasi segala gangguan yang mungkin timbul,” jelasnya.

Ia melanjutkan, perubahan pola pikir dan menjaga komitmen menjadi kunci agar tetap bekerja dengan baik dan sesuai SOP yang berlaku. Untuk itu Krismono berharap ada perubahan yang signifikan setelah mengikuti kegiatan ini. ”Ini pelatihan sangat penting, karena itu segera implementasikan ilmu yang telah didapat setelah pelatihan ini berakhir,” imbuhnya. (bro)