Kekeringan di Bondowoso Meluas Hingga 5 Kecamatan

Reporter : Abdus Syukur - klikjatim.com

Kepala BPBD Bondowoso, Kukuh Triyatmoko

KLIKJATIM.Com | Bondowoso – Sebanyak 5 kecamatan di Kabupaten Bondowoso mengalami kekeringan sejak awal Juli 2020 ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso menyebutkan wilayah yang mengalami kekeringan tahun ini meluas 1 kecamatan dibanding tahun lalu yang hanya 4 kecamatan.

BACA JUGA :  PT Pertamina EP Asset 4 Dukung Budidaya Udang Petambak Bangkalan

Kepala BPBD Bondowoso, Kukuh Triyatmoko memaparkan, dari lima kecamatan yang terdampak tersebut, ada delapan desa yang sekarang ini sangat membutuhkan air bersih. Namun titik yang patut diwaspadai dan sering terjadi kekeringan ada 16 kecamatan dari 46 desa di Kabupaten Bondowoso.

Sementara untuk 5 kecamatan yang sudah mengalami kekeringan saat ini meliputi Dusun Kedawung Desa Botolinggo, Kelurahan Badean, Desa Purnama, Desa Patemon Kecamatan Tlogosari, Desa Maesan. Untuk menanggulangi masalah tersebut, setiap hari pihak BPBD Bondowoso mendroping 10 ribu liter dari dua tangki air bersih untuk disalurkan ke beberapa wilayah yang mengalami kekeringan.

BACA JUGA :  Tak Pakai Masker, Pemotor Dilarang Masuk Kota Pasuruan

Dijelaskannya, musim kemarau sudah terjadi mulai bulan April kemarin dan diperkirakan berakhir sampai bulan Oktober 2020 mendatang. Selain kekeringan, adanya kemarau tahun ini BPBD Bondowoso juga mewaspadai kebakaran hutan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. “Kita waspadai itu, karena tahun kemarin hutan di Bondowoso cukup banyak yang terbakar,” katanya.

Dikatakan, salah satu bentuk antisipasi BPBD Bondowoso dalam menanggulangi terjadinya kebakaran hutan yakni dengan menggunakan satelit yang dapat mengetahui titik-titik api yang biasanya terjadi. “Melalui informasi dari satelit, api kecilpun disitu umpama ada orang membakar sampah biasanya terdeteksi, kita dapat informasi dan kita datangi untuk memantau kejadian,” pungkasnya. (hen)