Kejari Sidoarjo Serahkan Uang Korupsi Eks Kades Banjarkemantren Rp 541.912.794

Reporter : Satria Nugraha - klikjatim.com

Kajari Sidoarjo Arief Zahrulyani (bertopi) secara simbolis menyerahkan pengembalian uang hasil korupsi

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Kejaksaan Negeri Sidoarjo mengembalikan uang sebanyak Rp 541.912.794 kepada penjabat Kepala Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan, Selasa (20/9/2021) siang.

BACA JUGA :  Jejaka Lapuk Sebatang Kara Tewas di Rumah, Jasad Dikerubungi Semut

Sebelumnya, uang tersebut telah dikembalikan oleh keluarga mantan Kades Kemantren Bambang Sugeng kepada Kejari Sidoarjo. Duit setengah miliar lebih tersebut merupakan uang APBDes tahun 2018 dan 2019 yang ditilap oleh Bambang.

Pengembalian diserahkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo Arief  Zahrulyani kepada penjabat kepala desa  Kuswandi di balai Desa Kemantren. Arief mengatakan, selain mengembalikan uang hasil korupsi tersebut, pihaknya juga memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat Desa Kemantren. “Sesuai keputusan pengadilan Tipikor Surabaya, hari ini kami mengembalikan uang kerugian negara sebanyak Rp 531.912.794 ke penjabat Kades Kemantren yang baru,” kata Arief.

Ia berpesan agar penyelewengan uang negara tidak terjadi. “Kami berharap masyarakat khususnya pejabat diberbagai tingkatan sadar hukum. Dan tidak menyelewengkan uang negara yang mereka kelola,” imbuh Arief.

Sementara itu Kuswandi mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kejari Sidoarjo yang telah membantu mengembalikan dana desa tersebut. Rencana dana tersebut akan digunakan pembangunan yang belum diselesaikan. “Karena pengembalian dana tersebut sudah mendekati akhir tahun. Maka akan digunakan pada anggaran tahun depan,” ucap Kuswandi.

Sebagai informasi, Bambang Sugeng ditetapkan Kejari Sidoarjo menjadi tersangka pada 24 Agustus 2020. Namun, sebanyak tiga kali dipanggil Kejari Sidoarjo, ia mangkir. Bahkan Bambang memilih kabur hingga ke Kalimatan. Ia akhirnya berhasil ditangkap pada 2 Desember 2020, setelah empat bulan dinyatakan buron.

Pada Hari Kamis 6 Mei 2021, Bambang divonis oleh hakim Pengadilan Tipikor PN Surabaya dengan hukuman kurungan  1 tahun tiga bulan penjara. Ia didenda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan. Sedangkan kerugian negara sebesar Rp 541.912.794 telah ia kembalikan. (rtn)