Kejari Kediri Geledah Kantor Bank BPR Kediri

Reporter : Asep Bahar - klikjatim.com

Tim jaksa penyidik Kejari Kediri Kota saat membawa satu koper berisi dokumen kredit dari Kantor Bank BPR Kota Kediri

KLIKJATIM.Com | Kediri – Jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri melakukan penggeledahan di kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Kediri, Selasa (19/1/2021). Korps Adhyaksa ini melakukan penyelidikan atas dugaan macet yang berpotensi merugikan  bank milik Pemkot Kediri.

BACA JUGA :  Angkasa Pura II Kurangi Jam Operasional di 12 Bandara

Penggeledahan dilakukan sejumlah jaksa penyelidik sejak pagi sekitar pkul 08.00. Mereka memeriksa sejumlah dokumen di kantor bank daerah yang yang berlokasi di Kompleks Ruko Brawijaya Jalan Brawijaya Kota Kediri. Dalam penggeledahan itu, kejaksaan didampingi polisi dari Polres Kediri Kota yang dipimpin oleh Kabag Ops  Polres Kediri Kota Kompol Abraham Sisik.

Setelah beberapa jam melakukan penggeledahan tim penyidik ketika keluar dari Kantor BPR Kota Kediri menenteng koper besar berwarna hitam. Koper tersebut dimasukkan oleh tim penyidik ke dalam mobil Kijang warna hitam nopol AG 561 AP untuk dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri.

Kasipidsus Kejaksaan Negri Kota Kediri, Nur Ngali mengatakan, penggeladahan ini dilakukan untuk melengkapi pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kasus kredit macet BPR Kediri Kota.  “Ini untuk melengkapi barang bukti, Satuan Tugas Pemberantas Korupsi Kejaksaan Negeri Kota Kediri mendatangi kantor BPR Kota Kediri di Kompleks Pertokoan Jalan Brawijaya Kota Kediri, untuk melakukan penyitaan beberapa barang bukti,” kata Kasie Pidsus..

Sebelumnya, sejumlah karyawan dan nasabah BPR milik Pemkot Kediri memang telah diperiksa pihak kejaksaan atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan dalam penyaluran kredit yang nilainya Rp 500 juta lebih ke beberapa nasabah, hingga diduga merugikan perusahaan milik Pemkot Kediri itu. 

Dugaan penyimpangan ini bermula dari tingginya NPL (Non Performing Loan) atau kredit bermasalah yang merupakan salah satu kunci untuk menilai kualitas kinerja bank, akibat pengucuran kredit yang dinilai sangat besar ke nasabah di ukuran BPR Kota Kediri, yaitu Rp 600 juta sampai Rp 800 juta.

Bahkan, ada kredit yang sejak pencairannya tidak pernah diangsur sama sekali, hingga masa kredit habis, yaitu 3 tahun, dengan nilai kredit di kisaran Rp 600 juta. Diduga memang ada kongkalikong antara petugas BPR Kota Kediri dan nasabah. Saat ini, tim penyidik sudah menetapkan dua tersangka, yaitu Mantan Account Officer BPR Kota Kediri (I) dan Nasabah BPR Kota Kediri (IA). Hal tersebut dibenarkan oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Kediri Nurngali. Dia menjelaskan bahwa dua tersangka I dan IA sebelum menjalani pemeriksaan dicek kesehatan dan sudah dinyatakan sehat.

Rini Puspitasari, S.H., Kuasa Hukum Tersangka IA-seorang nasabah BPR Kota Kediri yang mempunyai kredit macet sebesar Rp 600 juta memberikan komentarnya terkait kasus yang dihadapi kliennya. “Saya hanya mendampingi tersangka yang kebetulan usahanya sedang kolaps, yaitu usaha rumah makan dan kos-kosan,” kata Rini di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri. (hen)