Kebijakan Baru Naik Kereta Api Wajib Tunjukkan Bukti Vaksin, Surat Tugas Tak Berlaku Lagi

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya–Seluruh penumpang kereta api diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama. Syarat tersebut mulai diberlakukan 14 September 2021.

BACA JUGA :  Pasutri Pemilik Gantangan Burung Jadi Otak Pengeroyokan, Begini Kronologis Lengkapnya

Kebijakan tersebut berdasarkan Surat Edaran Kemenhub No.69 Tahun 2021. Kebijakan tersebut juga berlaku bagi seluruh perjalanan jarak jauh maupun dekat.

“Dengan diberlakukannya syarat vaksin tersebut, syarat STRP, surat tugas tidak berlaku lagi. Yang berlaku hanya bukti telah divaksin,” kata Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, Senin (13/9/2021).

Dalam pengecekan, data vaksinasi akan otomatis muncul pada layar komputer petugas, karena KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding. Luqman menambahkan calon pelanggan wajib menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada saat pembelian atau pemesanan tiket KA Lokal.

“Jika data tidak muncul pada layar komputer petugas, maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin calon pelanggan,” jelas Luqman.

Syarat vaksinasi minimal dosis pertama juga menjadi syarat pada perjalanan KA Jarak Jauh. Bedanya, pelanggan KA Jarak Jauh juga harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Namun, secara umum pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun masih tidak diperkenankan melakukan perjalanan dengan Kereta Api.

“KAI secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai kebijakan pemerintah dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk naik kereta api. Dengan demikian, diharapkan seluruh layanan Kereta Api dapat tetap diandalkan oleh masyarakat pada masa pandemi covid-19,” pungkas Luqman.(mkr)