Kampung Bercahaya Sering Juara Kebersihan, Setiap Rumah Wajib Tanam Kelor

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Para ibu-ibu kampung Bercahaya saat menunjukkan souvenir dari sampah. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Ada yang berbeda ketika kita memasuki kampung Bercahaya di Gresik. Kampung hijau bersih di Jalan Tanjung Harapan GKB RT 1 RW 11 Yosowilangon, Kecamatan Manyar penuh dengan bunga dan tumbuhan. Uniknya, Tanaman Kelor merupakan tanaman wajib di setiap rumah mereka.

Kampung yang diberi nama Bercahaya alias Bersih, Ceria, Hijau, Aman, dan Jaya itu sudah cukup terkenal.

Indah (43) koordinator sekaligus ibu RT kampung bercahaya menjelaskan, kampung cahaya ini memanfaatkan sampah yang dikelolah oleh satu RT hingga menjadi Bersih, Ceria, Hijau, Aman, dan Jaya. Warga RT 1 yang dipimpinnya semangat membangun kawasan desa di jantung industri Kabupaten Gresik ini.

BACA JUGA :  Siapkan Anggaran Rp 64 M, Pembangunan Islamic Center di Balongpanggang Dimulai

“Jadi, jarak kampung dengan pabrik di Kawasan Industri Gresik sangat berdekatan, hanya dipisah selokan limbah pabrik. Maka kegiatan kelola sampah dan penghijauan untuk masyarakat sehat sangat perlu,” ucapnya.

Di samping itu, Indah yang didampingi warga setempat memperkenalkan kebun kecil dan bank sampah dari lahan bekas tumpukan material bangunan. Hingga dirinya bersama warga setempat berkreasi memanfaatkan sampah plastik untuk nilai kemandirian ekonomis warga.

“Ini untuk mengurangi sampah rumah agar bermanfaat dan ada nilai jual. Kami juga menerima pemesanan kreasi dari bahan sampah plastik,” tuturnya.

Dirinya mengaku, dalam kegiatan kreasi ini, tidak ada paksaan membuat kreasi dari sampah plastik ini. Semua warga yang mempunyai bakat dan minat sukarela melakukan bersama. “Kalau ingin buat, kita berangkat saja,” sambung dia.

Ada banyak jenis kreasi dari sampah yang dijejerkan Indah. Mulai tas, hiasan bunga, pot, dan souvenir atau hiasan rumah dari bahan minuman gelas dililit dengan tali kor sampai membuat kreasi jebakan Nyamuk.

Kreasi dari bahan sampah plastik ini bermula saat ada bank sampah yang dikelola warga sejak tahun 2017 silam. Di samping menghasilkan produk dari sampah warga setempat juga mempunyai produk unggulan hasil dari tanaman kelor yang dijadikan makanan, sabun, dan minyak pengusir nyamuk.

BACA JUGA :  Ratusan Pengendara Bermotor Ditilang, Lima Truk Ditindak Karena Membahayakan

Dengan kemandirian dari warga yang kolektif bersama melakukan penghijauan, 32 kepala keluarga di RT 1 RW 11 Yosowilangon mengaku belajar otodidak atau browsing di Internet tentang pengolahan sampah. Terlebih dalam hal membuat kreasi daur sampah plastik. Tak heran jika kesana menemukan botol minuman ukuran sedang berisi sampah plastik yang dikumpulkan oleh warga setempat setiap rumah. Satu rumah satu botol yang dimasukkan sampah plastik sampai penuh.

“Biasanya satu botol penuh dalam 3 bulan, berat 260 gram, kadang juga satu botol dalam sebulan berat 150 gram,” ucap Indah sambil melihat botol isi sampahnya yang hampir penuh.

Adapun prestasi yang didapat oleh kampung bercahaya ini diantaranya, juara 1 lomba Germas (Gerakan Masyarakat Sehat) tahun 2018, Juara 1 lomba Cantik Cerdas yang diselenggarakan oleh Dinkes tingkat Kabupaten dalam menanggulangi demam Berdarah tahun 2019. Dan tahun 2020 rencana akan diikutkan lomba Provinsi. Selain itu juga pernah Juara 2 PKK Kabikes,(keluarga berencana kesehatan) tingkat Kabupaten atas nama Desa Yosowilangon. (iz/bro)