Kabar Penculikan Anak Resahkan Warga Gresik

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

ilustrasi

KLIKJATIM.Com | Gresik–Kabar penculikan anak sepekan terakhir ini selalu menghebohkan Kabupaten Gresik. Namun, dari kabar beredar itu disebutkan pelaku penculikan selalu gagal menculik korbannya.

Terbaru, berdasarkan penelusuran klikjatim.com kabar penculikan anak menghebohkan warga di Gresik Selatan, khususnya di Kecamatan Cerme, Benjeng dan Balongpanggang. Kabar tersebut selalu mewarnai beberapa group di sosial media.

Seperti kabar penculikan di Desa Dooro dan Desa Dadapkuning Kecamatan Cerme. Rabu (12/2/2020) sore warga dihebohkan dengan berita adanya penculik yang gagal membawa pergi korbannya. Bahkan, berita itu disertai foto dan keterangan kejadian.

BACA JUGA :  Pospam Tahun Baru di Sidayu Porak-poranda Diterjang Angin

Bahkan beredar informasi kepada wali murid mengatasnamakan salah satu sekolahan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Dampaan, Kecamatan Cerme terkait bahaya penculikan. Sehingga informasi itu tersebar ke berbagai group Whatsapp dan Facebook. Warga pun dibuat resah dengan informasi tersebut.

informasi yang berkembang di group sosial media yang berhasil dihimpun klikjatim.com

Selain di Cerme, kabar penculikan juga merebak di Balongpanggang. Bahkan berita yang tersebar di Balongpanggang itu seorang anak SMA mengaku sebagai korban penculikan, namun gagal.

Modusnya, berdasarkan penuturan bocah dalam video berbaju hitam dan berkerudung hitam itu telah ditawari ayam yang sudah ada di dalam mobil. Beruntung bocah yang mengaku korban penculikan tersebut berhasil lolos, ketika tangannya hendak ditarik pelaku. Hal ini disampaikan bocah tersebut sesuai video yang berhasil ditemukan oleh klikjatim.com video dengan durasi 1 menit 9 detik.

Dari video tersebut, tersebar jika anak ini merupakan korban penculikan. Namun, anak yang ada di dalam video itu tidak secara gamblang menyebut dirinya telah diculik seseorang.

Anak yang diduga korban penculikan yang berhasil melarikan diri. Potongan ini diambil dari cuplikan video yang beredar luas di masyarakat.

Selain di Gresik Selatan, kabar penculikan juga terjadi di Gresik Utara, khususnya di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah. Dari beberapa group yang berhasil dihimpun klikjatim.com menyebutkan jika telah terjadi penculikan dengan target anak-anak. Dari informasi yang beredar, modus pelaku menculik anak, yakni pelaku pura-pura bertanya alamat.

BACA JUGA :  Dua Pasangan Kumpul Kebo Terjaring Razia Satpol PP Lamongan

Dari beberapa informasi tersebut, akibatnya masyarakat sangat khawatir. Salah satunya Fatimah, warga Desa Sekapuk. Dia mengaku sangat takut dengan kabar penculikan ini.

“Saya takut mas, anak saya sekolahnya di pinggir jalan raya,” kata ibu tiga anak itu, Kamis (13/2/2020).

Tidak hanya Fatimah, keresahan juga dirasakan warga di Gresik selatan. Nurdiana, warga Desa Dadapkuning mengatakan, sejak mendengar kabar penculikan hatinya tidak tenang, dia selalu kepikiran anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Kalau ditinggal kerja jadi tidak tenang, kepikiran terus setelah dapat informasi itu. Ya, khawatir saja kalau terjadi sesuatu,” aku dia. (iz/mkr)