Juragan Bawang Merah Probolinggo Dikalungi Celurit Perampok

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Ilustrasi perampokan

KLIKJATIM.Com | Probolinggo – Kawanan perampok berhasil menggasak uang milik juragan bawang di Kabupaten Probolinggo sebesar Rp 43 juta. Tidak hanya uang tunai hasil penjualan bawang, perhiasan hingga motor matic juga dibawa kabur pelaku yang sempaty mengancam kedua korban dengan kalungan celurit di leher.

Saksi mata menjelaskan, perampokan itu berlangsung di Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan. Sasaran pertama adalah rumah pasangan Sujarwo dan Ketut Sri Diah, warga Dusun Krajan. Pelaku masuk ke rumah korban sekitar pukul 03.30 WIB dengan cara mencongkel jendela.

Pelakunya dua orang. Mereka mengenakan sebo atau penutup wajah. Mereka menyandera anak, menantu dan cucu Sujarwo dengan menggunakan celurit. Selanjutnya pelaku menyekap mereka di sebuah kamar.

Pelaku kemudian meminta uang kepada Sujarwo. Jika tidak diberi, keluarga korban akan dibantai. Korban sempat memberi sejumlah uang. Namun akhirnya pelaku menemukan tumpukan uang dalam almari kamar yang jumlahnya mencapai Rp 43 juta.

Menurut Sujarwo, postur pelaku tidak terlalu tinggi dan mengancam dengan logat Madura sambil membawa celurit. Pelaku mengancam akan membunuh korban kalau melapor ke polisi. Dua pelaku masuk merusak jendela kemudian masuk ke dalam dan menyekap anak korban.

“Perampok mengancam akan membunuh kami jika pintu kamar tidak dibuka. Meski sudah diberi uang namun perampok menggeledah lemari dan menemukan uang pembayaran sekolah dan dana masjid. Pelaku sempat mengancam (korban) mau dibunuh kalau laporan polisi. Uang tunai Rp 43 juta dan motor matic Vario dibawa pelaku,” ujar Sujarwo seperti dilansir detik.com.

BACA JUGA :  Pak Qosim Jenguk Mahasiswa Kecelakaan, Keluarganya Terharu

Kapolsek Tegalsiwalan, Iptu Lukman Wahyudi membenarkan peristiwa tersebut. Dari keterangan saksi dan identifikasi], komplotan perampok itu diduga masuk melalui pekarangan dan masuk ke rumah korban dengan mencokel jendela. “Saat masuk ke dalam kamar, satu pelaku membangunkan anak korban sembari mengancungkan sajam (senjata tajam) berupa celurit,” papar Lukman.

Para pelaku memaksa anak korban untuk menunjukkan kamar ayahnya. “Saat itulah pelaku mengasak uang sebesar Rp 40 juta dan satu unit motor milik korban. Dalam aksinya, pelaku mengancam anak korban dengan celurit,” jelasnya.

Sebelum menggasak rumah Sujarwo, pelaku juga menyatroni rumah pasangan Ahmad Insan dan Lailatul Jannah. Rumahnya hanya berjarak 100 meter dari rumah Sujarwo. Pelaku masuk melalui pintu belakang dan membangunkan korban. Pelaku mengancam korban dan meminta semua perhiasan yang dipakai Lailatul dan uang hasil penjualan bawang merah.

Karena diancam menggunakan celurit, akhirnya semua perhiasan emas dan uang diberikan ke pelaku.Ahmad Insan mengatakan, pelaku yang masuk hanya 1 orang dan memakai penutup wajah. Usai mengambil perhiasan Lailatul, pelaku kemudian pergi melalui pintu belakang juga. (hen)