Jumlah Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka di Trenggalek Tutup Lagi

Reporter : Redaksi - klikjatim

Bupati Trenggalek, Arifin meninjau pembelajaran tatap muka. (ist)

KLIKJATIM.Com I Trenggalek – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek  terpaksa menutup sementara belajar secara tatap muka bagi pelajar tingkat SMP se-Kabupaten Trenggalek.

BACA JUGA :  Tersangka Rekening Fiktif Ratusan Juta di Bangkalan Diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Jatim

“Hal itu dilakukan dengan melihat perkembangan situasi Covid-19 sampai dengan sekarang ini tercatat lebih dari 600 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif di Kabupaten Trenggalek, sehingga kebijakan pembelajaran tatap muka kita keluarkan dengan mengacu pada surat daripada Gugus Tugas Kabupaten atau Satgas Kabupaten Nomor 360/92/4.406.029/2020 yang menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka sementara waktu ditutup mulai tanggal 23 November sampai ada kebijakan lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Totok Rudijanto. Senin (23/11/2020).

Disampaikan Totok, dalam empat bulan terakhir sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga telah memberlakukan belajar secara tatap muka bagi pelajar tingkat SMP mulai tanggal 18 Agustus 2020 hingga 20 November 2020.

Dalam kurun waktu empat bulan tersebut, katanya, proses belajar secara tatap muka yang dibagi dengan metode daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan) itu telah dilaksanakan oleh 80 sekolah tingkat SMP se-Kabupaten Trenggalek.

Namun sesuai SKB empat menteri, lanjutnya, bahwa zona merah dan zona oranye dilarang untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka. “Sedangkan di Kabupaten Trenggalek, zona kita ini sudah masuk ke oranye, sehingga kita kembali melaksanakan pembelajaran secara daring kembali dari rumah,” terangnya.

Kendati demikian, bila suatu saat nanti zona untuk Kabupaten Trenggalek kembali ke kuning, katanya lebih lanjut, maka pihaknya memastikan akan menggelar kembali proses belajar secara tatap muka.

Totok juga menyampaikan, untuk pelajar yang duduk di bangku sekolah dasar dan PAUD, sejak awal munculnya Covid-19 tidak diperkenankan menggelar pembelajaran secara tatap muka hingga saat ini. Alasannya, kata dia, karena sedang dilakukan proses visitasi untuk kesiapan pembelajaran secara tatap muka.

Dengan adanya fenomena seperti ini, menurut Totok, mengacu pada SKB empat menteri yang telah dibenahi disebutkan bahwa untuk tahun ajaran baru atau semester genap akan dimulai pada Januari 2021.

“Proses pembelajarannya nanti serentak PAUD, SD, maupun SMP itu pembelajarannya pada semester genap,” pungkasnya. (bro)