Job Market Fair Usaha Mengatasi Gelombang PHK di Lamongan

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Peserta Job Fair mematuhi protokol kesehatan (istimewa)
KLIKJATIM.Com I Lamongan —  Pengangguran terbuka di Lamongan kini mencapai 25 ribu Orang atau sekita 4 persen dari jumlah penduduk Lamongan. Angka yang cukup besar diperparah dengan PHK massal  sekitar 5000 warga Lamongan akibat pandemi.  Atas ini fakta inilah  Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kabupaten Lamongan menggelar Job Market Fair (JMF)  di Universitas Islam Lamongan (Unisla), Rabu (21/10/2020).
BACA JUGA :  Soal Banjir Lamongan, Anak Buah Bupati Fadeli : Sudah Lebih Terkendali Dibanding 10 Tahun Lalu  
Kepala Disnaker Lamongan, Hamdani Azahari menyebut, JMF harus digelar di tengah pandemi Covid-19. Demi memberikan peluang pekerjaan kepada masyarakat dan menekan angka pengangguran.  “Tidak ada jalan lain, kita harus tetap mengakses seluruh perusahaan-perusahaan yang masih tetap membuka peluang pekerjaan,” kata Hamdani, usai membuka JMF.
Guna mencegah terjadinya transmisi virus selama JMF berlangsung, Hamdani mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan protokol kesehatan ketat.  “Sebelum masuk, pencari kerja wajib pakai masker, cuci tangan, kemudian dites suhu tubuh dan peserta di dalam dibatasi sehingga harus gantian,” katanya.
Event JMFbtersebut yang diikuti oleh 30 perusahaan yang berada di Jawa Timur.  Kurang lebih 1500 orang yang akan terserap,
Diakuinya, JMF masih belum mampu menyerap seluruh pengangguran.  Tapi pihaknya telah menyediakan  website yang memudahkan masyarakat mengakses peluang kerja.  “Kita tambah dengan LA job market fair. Kita terus berkolaborasi dengan perushaannbaik yang di Lamongan, Gresik, Surabaya, Tuban dan daerah lain, kita informasikan kepada masyarakat agar mereka bisa mengakses peluang kerja,” bebernya
Dalam kesempatan tersebut Bupati Lamongan, Fadeli mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan dan pihak lain yang terlibat dalam JMF.  “Terima kasih Unisla yang telah menjemput bola dan memberikan fasilitas tempat. Terima kasih semua pimpinan perusahaan yang tak hentinya berjuang, apalagi di tengah pandemi Covid-19, di mana masing-maaing daerah dipusingkan dengan pemutusan kerja, tak terkecuali Lamongan,” ungkapnya Fadeli.
Fadeli berharap dengan adanyaJob Market Fair (JMF) benar-benar dimanfaatkan masyarakat, terutama bagi lulusan yang masih segar, untuk menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Lamongan. “Mestinya setiap tahun harus ada penurunan. Artinya kita buka lowongan kerja sebanyak-banyaknya,” harapnya. (rtn)