Jika Tak Patuhi Protokol Covid-19, Izin Pedagang Pasar Probolinggo Bakal Dicabut

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Jika tak patuhi protokol covid-19, izin pedagang Pasar Probolinggo bakal dicabut. (ist)

KLIKJATIM.Com | Probolinggo—Pedagang pasar di Kabupaten Probolinggo harus mematuhi protokol virus corona atau covid-19. Jika tidak, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan mencabut izin operasional.

Sejak Sabtu (30/5/2020) Disperindag telah menggelar sosialisasi kepada para pedagang dan pengunjung di pasar. Selanjutnya, jika masih ada pedagang dan pengunjung pasar yang tidak mematuhi aturan tidak akan lagi sekedar diberikan imbauan, tapi akan ditindak represif.

“Untuk pengunjung harus memakai masker, apabila tidak memakai masker ya tidak boleh masuk ke pasar. Bagi pedagang, apabila melanggar protokol kesehatan, kita berikan surat peringatan hingga tiga kali, apabila masih melanggar, sanksinya pencabutan izin berjualan,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, Minggu (31/5/2020).

BACA JUGA :  Sampaikan Pesan Keberagaman, Karnaval Mobil Hias Ala Petrokimia Gresik Raih Juara Pertama

Langkah tegas itu, kata Dwijoko, sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Pasar sebagai ruang publik, merupakan tempat interaksi warga, mulai dari bertransaksi, berkomunikasi, dan lain sebagainya. Aktivitas ekonomi dan sosial itu, dinilai berpotensi menjadi media penyebaran virus corona. Apalagi saat ini, sudah ada pedagang yang terinfeksi virus yang mengemuka dari Wuhan, Cina tersebut.

“Kami tidak mengambil opsi penutupan pasar. Kalau pasar ditutup dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat, terutama arus barang yang terus terdistribusi kepada masyarakat. Sehingga kami putuskan pasar tetap beroperasi, dengan catatan memperketat protokol kesehatan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan protokol kesehatan di pasar, Disperindag melibatkan TNI/Polri, Satpol PP, Puskesmas, bahkan pihak kecamatan. Upaya penertiban itu juga dibantu oleh anggota Banser dari PC GP Ansor Kraksaan maupun Kabupaten Probolinggo.

“Jadi kita tidak hanya petugas pasar saja. Nantinya di setiap pintu masuk ada petugas yang selalu mengukur suhu badan warga yang mau masuk ke pasar. Apabila suhunya di atas 37,5 celsius, maka kita larang masuk pasar. Begitu juga pengunjung yang tak bermasker,” tandas mantan Kasatpol PP itu.

BACA JUGA :  Positif Corona Gresik Tembus 605 Kasus

Terkait pelibatan anggota Banser, Ketua PC GP Ansor Kraksaan, Taufiq menyebut hal itu sebagai sumbangsih warga kepada negara. Sebagai bakti kepada NKRI yang tengah berjuang membebaskan bangsa dari ancaman corona. Caranya anggota Banser turut dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona.

“Sebagai bentuk bela negara. Saat ini, bangsa kita tengah berperang melawan serangan virus corona. Membutuhkan sumbangsih para relawan. Sahabat Banser humanis dalam bertugas,” kata Taufiq.

Terkini ada 90 pasien positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Rinciannya, ada 33 pasien dalam perawatan, 55 orang sembuh, dan 2 orang meninggal dunia. Sedangkan PDP sudah 59 orang dan ODP mencapai 467 orang. (hen)