Jika Semua Warga Bojonegoro Divaksin, Total Kebutuhannya 1,3 Juta Lebih

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Forkopimda Kabupaten Bojonegoro setelah melakukan vaksinasi beberapa waktu lalu. (Afif/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Kabupaten Bojonegoro membutuhkan setidaknya satu juta lebih vaksin Covid-19, jika seluruh warga di daerah setempat menjalani vaksinasi. Jumlah tersebut mengacu data penduduk Kabupaten Bojonegoro berdasarkan SP2020 (BPS) yang totalnya menyentuh angka 1.301.635 jiwa.

BACA JUGA :  142 Desa Bakal Gelar Pilkades, Pemkab Madiun Siapkan Aturannya

“Iya, jika semua masyarakat Bojonegoro divaksin maka butuh 1 juta lebih,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ani Pudji Ningrum, Jum’at (12/2/2021).

Untuk saat ini Bojonegoro sudah mendapatkan 8 ribu lebih vaksin Sinovac. Rincian kedatangan pertama 3.680 vaksin pada Selasa (26/1/2021) dan kedatangan kedua sebanyak 5.080 vaksin pada Jumat (29/1/2021). 

Menurutnya, ada empat kriteria penerima vaksin sesuai anjuran pemerintah. Di antaranya vaksinasi pertama ditujukan kepada tenaga kesehatan (Nakes) yang menjadi garda depan penanganan Covid-19, prioritas kedua aparat publik (TNI, Polri, BPBD, Damkar dan Guru). Sebelumnya Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga memasukkan jurnalis pada prioritas kedua penerima vaksin.

Kemudian prioritas ketiga, para pelaku ekonomi terdampak covid. Prioritas keempat masyarakat umum, dan kelima masyarakat rentan atau berisiko.

“Ada lima prioritas penerima vaksin. Untuk vaksinasi di Bojonegoro diawali Bupati dan Wakil Bupati. Diikuti serentak oleh seluruh Nakes pada tahap pertama,” jelasnya.

Berdasarkan syarat yang sudah ditentukan, vaksinasi ini diperuntukkan bagi warga antara usia 18 hingga 59 tahun. Mereka juga dalam keadaan sehat atau tidak memiliki riwayat penyakit berat melalui proses screening.

Perlu diketahui kembali, bahwa Kabupaten Bojonegoro merupakan penerima vaksin gelombang kedua setelah tiga kabupaten/kota di Jatim yang merupakan kawasan Surabaya Raya. Yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo. (nul)