Jika Kasus Bulyying Ayu Ting Ting Berlanjut, PKB Jatim Siap Berikan Batuan Hukum untuk Keluarga Nettizen Asal Bojonegoro

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Ketua Frakasi PKB DPRD Jatim, Fuzan Fuadi.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—rang tua Ayu Ting Ting yang datang ke Bojonegoro melabrak netizen masih ramai jadi perbincangan. Dalam kasus ini, Abdul Rozaq dan Umi Kalsum datang langsung ke Desa Tondomulyo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Rabu (28/7/2021). 

BACA JUGA :  UTM Gelar Raker Implementasi Kebijakan MBKM Menuju Akuntabilitas 2021

Sontak kedatangan orang tua pelantun “Alamat Palsu” ini pun membuat heboh warga kampung tempat orang tua haters tinggal. Belakangan diketahui haters tersebut bernama Kartika Damayanti (KD). Tindakan Ayah Rozaq dan Umi Kulsum tersebut memaksa Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim, Fauzan Fuadi angkat bicara.

Politisi dari daerah pilihan (Dapil) Bojonegoro-Tuban ini menyebutkan, aksi labrak ke rumah Madi (orang tua KD) di Bojonegoro terlalu berlebihan dan terkesan arogan. Sebab, tindakan ini melibatkan pihak yang tidak ada sangkut pautnya dengan kasus tersebut. Apalagi KD diketahuinya sudah tujuh tahun tinggal di Singapura.

“Tindakan bullying yang dilakukan KD bagaimanapun tidak bisa dibenarkan, kita harus menentangnya. Akan tetapi, orang tua dari haters atau pembully tersebut seharusnya tidak perlu dilibatkan, apalagi sampai diposting di media sosial. Ada wajah ayah dan ibunya, ada wajah anak kecil juga yang tidak tahu apa-apa juga diposting,” kata Fauzan Sabtu (31/7/2021).

Tidak hanya itu, postingan foto yang memperlihatkan keluarga Madi di akun @mom_ayuting92 seharusnya tidak terjadi. Karena hal tersebut akan menimbulkan stigma negatif dan efek psikologis terhadap keluarga pelaku.

“Keluarganya pasti shock, padahal ayah KD juga sudah meminta maaf hingga berulang kali atas kesalahan anaknya, tentu tidak perlu diposting seperti itu,” ujar pria yang duduk di kursi Komisi C DPRD Jatim ini.

Wakil Ketua Ansor Jawa Timur ini berharap, keluarga pemilik nama asli Ayu Rosmalina tersebut dapat berlapang dada memaafkan aksi KD. Apalagi ayah KD sudah meminta maaf langsung kepada keluarganya.

Fauzan mengatakan, semua pihak dapat mengambil hikmah atas kejadian ini. Hikmah kesadaran agar senantiasa bijak dalam bertutur kata dan menggunakan media sosial.

“Ini pelajaran bagi kita semua. Bijaklah bersosmed agar tidak muncul masalah hukum, sebab mulutmu harimaumu,” tuturnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga berharap kasus yang menimpa konsituennya ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, jika terpaksa dilanjutkan ke meja hijau, pihaknya siap memberikan bantuan hukum kepada keluarga Madi.

“Jika memang perkara ini berlanjut ke meja hijau, maka kita pertimbangkan untuk memberi bantuan hukum,” pungkasnya. (mkr)