Jika Desa Maupun RW di Sidoarjo Statusnya Zona Merah Covid-19, Siap-siap Diterapkan PPKM Mikro

Reporter : Catur Rini - klikjatim.com

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono. (ist)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Dalam rangka menekan penyebaran kasus Covid-19, Pemkab Sidoarjo akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro hingga ke tingkat desa dan RW. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono usai memimpin rapat evaluasi PPKM yang dihadiri Ketua DPRD Usman, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji, Dandim 0816 Letkol Inf M Iswan Nusi, Sekda A Zaini, Asisten I M Ainur Rahman dan Kepala Dinas Kesehatan dr Syaf Satriawarman di Pendopo Delta Wibawa, Selasa, (12/1/2021).

BACA JUGA :  Iuran PKL Stadion Gelora Bangkalan Bermasalah, Pengurus Bingung

Hudiyono minta dinas kesehatan untuk segera meng-update data terbaru sampai di tingkat desa dan RW. Pasalnya Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 setempat belum menentukan desa atau RW yang dinyatakan perlu untuk dilakukan PPKM skala mikro. 

“Gugus tugas nanti masih melakukan pemetaan dan update data warga yang terpapar covid di setiap desa dan RW. Gugus tugas sangat berhati-hati dalam menetapkan kebijakan ini karena banyak aspek yang jadi pertimbangan,” jelas Plt Bupati Hudiyono. 

Untuk kriteria desa yang akan diminta menerapkan PPKM skala mikro adalah wilayah dengan jumlah warga yang terpapar covid lebih dari 10 orang dan jumlah kematian tinggi. Termasuk rate of transmission (RoT) tinggi.

Namun dari data sementara yang dihimpun, sampai saat ini belum ada satu pun kecamatan yang masuk zona merah. Hanya ada beberapa kecamatan zona oranye, dan sisanya sudah kuning.

Berangkat dari data setiap kecamatan inilah, Satgas akan melokalisir untuk melakukan pengecekan sampai di tingkat desa. “Kita akan melakukan cek data sampai ke tingkat desa untuk mengetahui, apakah ditemukan desa yang masuk kategori zona merah atau tidak. Karena untuk kecamatan sudah tidak ada lagi zona merah, yang ada zona oranye dan kuning,” terang Hudiyono.

Pejabat Biro Kesos Pemprov Jatim ini juga menjelaskan, perlu data riil yang update. Bukan data lama sebagai dasar menetapkan desa atau RW masuk kategori zona merah atau tidak?

Misalkan dalam satu desa ada 10 orang yang terpapar Covid-19 dan semuanya dirawat di luar seperti isolasi mandiri di hotel atau sedang dirawat di rumah sakit rujukan, maka desa atau RW ini tidak dilakukan PPKM mikro. Karena warga yang terpapar sudah dalam perawatan maupun isolasi mandiri di luar desa.

Harapannya, dengan penerapan PPKM skala mikro tingkat desa dan RW bisa meningkatkan tren kesembuhan pasien covid di Sidoarjo dan penyebaran virus ini dapat ditekan.

Karena pencegahan penyebaran Covid-19 ini perlu pengawasan bersama. Mulai dari masyarakat sendiri, RT/RW, perangkat desa sampai di tingkat kecamatan.

“Pengawasan bersama menjadi penting, jika ada yang terpapar bisa menghubungi dinas kesehatan Kabupaten Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan. Bila kategori OTG (orang tanpa gejala) bisa dibawa di salah satu hotel yang khusus untuk isolasi mandiri bagi OTG. Sedangkan orang dengan gejala sedang sampai berat akan dilakukan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19,” paparnya. (nul)