Jelang Ramadhan, TPID Bojonegoro Berupaya Stabilkan Harga Bahan Pokok

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah saat memberikan sambutan dalam acara HLM di ruang Angling Darma. (Afif/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Bojonegoro melakukan rapat koordinasi atau High Level Meeting (HLM), dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang momen hari besar keagamaan tahun 2021. Rapat yang berlangsung di ruang Angling Darma tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah; Kepala Perwakilan BI Jatim, Kepala OJK Reg 4 Jatim, Kepala BPS Jatim, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta diikuti para Kepala OPD setempat.

BACA JUGA :  Menggemaskan dan Unik, Pria di Ponorogo Nikahi Kekasih dengan Mahar Burung

Dalam sambutannya, Bupati Anna menyampaikan bahwa TPID Kabupaten Bojonegoro terus berupaya meningkatkan konsumsi rumah tangga dengan mendorong usaha kecil, mikro, menengah dan besar untuk terus bergerak. Selain melalui upaya sektor perekonomian masyarakat, juga nantinya pemerintah harus memaksimalkan belanja daerah. Hal tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan daya dorong peningkatan perekonomian masyarakat.

“Di Kabupaten Bojonegoro sempat terjadi inflasi, namun tidaklah signifikan yaitu di angka 0,34 persen dikarenakan adanya kenaikan harga di beberapa komoditas bahan pokok,” kata orang nomor satu di Bojonegoro tersebut, Kamis (8/4/2021).

Nantinya hal tersebut akan dipantau menjelang bulan puasa dan lebaran untuk menjaga stabilitas harga pasar. Pemkab Bojonegoro juga terus berupaya meningkatkan perekonomian dan pendapatan daerah.

Bupati perempuan ini juga menambahkan, untuk beberapa program yang sifatnya bantuan langsung bagi masyarakat telah disalurkan, agar dapat merangsang daya beli masyarakat. Upaya itu dilakukan untuk menjaga terjadinya perputaran roda perekonomian di masyarakat.

“Kita akui pandemi ini sangat berdampak terhadap daya beli masyarakat. Harapannya program dari pemerintah dapat merangsang perekonomian masyarakat,” harap Bupati Anna.

Perlu diketahui, seiring menurunnya angka penyebaran Covid-19 di Jatim dan keberhasilan pelaksanaan vaksinasi di beberapa daerah, angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2021 diangka -0,92% (yoy). Kendati demikian, angka tersebut semakin membaik di bandingkan triwulan IV 2020 lalu di angka -3,33% (yoy).

Kemudian sampai dengan Maret 2021, inflasi IHK Jawa Timur sebesar 1,29% (yoy). Lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni sebesar 2,28% (yoy). (nul)