Jelang Pilkada 2020, BEM INKAFA Ajak Waspadai Ijon Politik Yang Bahayakan Lingkungan

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Koordinator JATAM, Merah Joansyah Ismail saat menyampaikan materi di Seminar Lingkungan BEM INKAFA. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Keislaman Abdullah Faqih (BEM INKAFA) peringatkan bahaya ijon politik antara korporasi/badan usaha dan politisi. ‘Alarm bahaya’ itu dikemas dalam Seminar Nasional di Aula Darun Nadwah Rushaifah Ponpes Mambaus Sholihin Suci, Jumat siang (14/2/2020).

BACA JUGA :  Adik Ipar Terduga Teroris Asal Pasuruan: ADM Tak Pernah Menunjukkan Sifat Aneh

Ketua BEM INKAFA Muhammad Idris Muzakki mengatakan, mahasiswa sebagai manusia harus peduli pada lingkungan. Pada era kali ini banyak kerusakan alam disebabkan oleh manusia, khususnya melalui korporasi. “Kita harus lebih peduli lingkungan,” imbuhnya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa INKAFA Abdul Fatah mengaku, seminar ini digelar untuk mengajak mahasiswa dan peserta peduli lingkungan. Karena sebagian besar bencana alam diakibatkan kelalaian manusia dalam menjaga alam. “Banyak bencana alam terjadi karena ekploitasi besar-besaran yang dilakukan manusia, Gresik sendiri setiap tahun menjadi langganan banjir,” ujarnya.

BACA JUGA :  Mantan Bendahara KPU Lamongan Tersangka Dana Hibah Pilkada

Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Merah Johansyah Ismail menjelaskan, kerusakan lingkungan paling banyak disebabkan korporasi pertambangan. “Hal itu bisa dilihat dari salah satu film dokumenter yang saya buat bersama teman- teman, Film Sexy Killer,” katanya, Sabtu, (15/2/2020).

Ia menambahkan, berbicara lingkungan tidak sebatas dilarang buang sampah sembarangan. Lebih dari itu, lingkungan mempunyai relasi kekuasaan politik yang selalu menyertai.” Dan dalam konteks Indonesia, tambang adalah yang paling terlihat. Dan bahayanya bahan tambang tidak bisa diperbaharui,” tandasnya.

Dikatakan lebih jauh oleh Merah, yang menjadi sorotan dan persoalan bersama, lubang tambang dari kegiatan pertambangan ada banyak korban yang rumahnya masuk lubang tambang.

“150 anak-anak dewasa yang merenggang nyawanya dalam lima tahun ini akibat 8.700 lubang tambang di seluruh Indonesia tidak direklamasi,” tegasnya

Belum lagi bila tambang masuk jalur air dan lahan, kerusakan menjadi multi dimensi dan multi sektor. “Kerusakan tidak hanya di lubangnya, dari aliran air yang sudah dicemari lubang tambang juga bisa menyebabkan masalah kesehatan,” tambahnya.

Dan 83% Izin Usaha Pertambangan (IUP) tidak ada jaminan dana reklamasi yang sebetulnya merupakan kewajiban bagi perusahaan pertambangan. Modus yang dilakukan oleh perusahaan tambang menghindari pemulihan denga cara menjadikan sumber air atau pariwisata.

“Dan yang harus tahu tentang perizinan tambang ini mayoritas orang yang menjadi pemangku kebijakan dan mereka mendominasi posisi elektoral,” sambungnya.

Ditambahkan, setiap tahun ada pilkada, dan transaksi perijinan berlangsung saat itu. “Makanya masyarakat harus berhati-hati,” pungkasnya.

Seminar ini digelar dalam rangka Harlah INKAFA ke-16. Kegiatan ini bertema merawat dan meruwat lingkungan hidup untuk kemaslahatan umat. Hal ini menjadi bukti bahwa mahasiswa INKAFA peduli lingkungan. (iz/bro)