Jawab Ketakutan Masyarakat, Bupati Sambari Jadikan RS Eka Husada Sebagai Rumah Sakit Non Covid-19 *Angka Kesembuhan Positif Covid-19 di Gresik Capai 86 Persen

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Bos PT Eka Husada Lestari, Luis Hartanto (dari kiri) menyerahkan donasi untuk warga Gresik sebanyak 50 ribu masker bedah dan 10 ribu botol hand sanitizer secara simbolis kepada Bupati Sambari Halim Radianto didampingi Kadinkes dr. Saifuddin Ghozali. (Koinul Mistono/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto merespon terhadap adanya stigma sebagian masyarakat yang merasa was-was untuk berobat ke rumah sakit di tengah mewabahnya pandemi Covid-19. Dia menyadari betul situasi yang demikian sehingga muncul asumsi ketakutan luar biasa di kalangan masyarakat.

BACA JUGA :  Sempat Wawancara Cak Nur, Wartawan Bakal Dites Swab

Untuk menyikapi hal itu, Bupati dua periode tersebut menobatkan sebuah rumah sakit type C yang baru berdiri di wilayah Gresik Selatan menjadi rumah sakit khusus non pasien covid. “Kita nobatkan Rumah Sakit (RS) Eka Husada di Menganti ini sebagai rumah sakit non covid di Kabupaten Gresik. Jadi nanti tidak ada satu pun pasien covid atau pasien-pasien gejala covid yang dirawat di rumah sakit sini,” ungkap Sambari di sela peresmian RS Eka Husada, Kamis (1/10/2020).

Ketika dilakukan screening harus dari pintu gerbang depan. Jangan di dekat pintu lobi rumah sakit. Jika dari hasil penelusurannya mengindikasi gejala covid, maka harus segera dirujuk ke rumah sakit lain.

“Apalagi (pasein) sudah terkonfirmasi positif covid ya harus sesegera mungkin dirujuk,” imbuhnya.

Upaya ini ditempuh untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang mau berobat. Sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu lagi takut tertular ketika datang ke rumah sakit, khususnya di RS Eka Husada.

“Walaupun (ketakutan tertular di rumah sakit) ini asumsi, tapi saya tegaskan lagi bahwa sebenarnya keberadaan rumah sakit-rumah sakit ini tidak perlu ditakuti. Karena masing-masing rumah sakit sudah meningkatkan kewaspadaan dengan tetapi disiplin meningkatkan penegakkan protokol kesehatan Covid-19,” papar Sambari.

“Jika dalam kondisi saat ini rata-rata masyarakat yang sakit takut untuk berobat ke rumah sakit, maka pemikiran saya sakitnya bisa semakin parah kalau tetap di rumah. Jika sudah demikian, potensi tingkat kematian juga akan semakin tinggi. Jadi logikanya begitu,” tambahnya.

Sementara itu perlu diketahui, update data terbaru untuk jumlah pasien positif covid sembuh per hari ini tambah lagi 17 orang. Dengan demikian angka kesembuhan secara keseluruhan tercatat sebanyak 2.814 orang, atau sekitar 86 persen lebih dari total 3 ribu lebih pasien terkonfirmasi positif.

“Hari ini ada tambahan pasien sembuh 17 orang lagi. Artinya untuk tren tinkat kesembuhan pasien positif di Gresik dalam beberapa waktu terakhir memang sangat bagus, selalu ada penambahan pasien sembuh setiap harinya,” tutur Juru Bicara (Jubir) Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 di Gresik, dr. Saifuddin Ghozali dengan didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, A.M Reza Pahlevi. (hen)